Afternoon Tough #1: People Change

DSCF5030

Sudah berapa lama ya rasanya menghilang dari dunia tulis menulis? Iya, lama. Jadi ceritanya saya baru sampai di Indonesia. Beberapa saat yang lalu sempat merasakan tinggal di beberapa kota tepatnya di negara Iran. Hampir satu bulan disana dan banyak sekali hal yang tiba-tiba terlintas di pikiran saya. Sore ini saya akan bercerita tentang satu pikiran yang sempat jadi bahan kontemplasi disana cukup lama: setiap orang pasti berubah ya.

Pemikiran ini tidak saya lemparkan karena saya menilai orang lain. Saya juga berkaca pada diri saya sendiri, apakah saya berubah? Ternyata jawabannya, iya. Banyak sekali perubahan dari diri saya. Nah, perubahan-perubahan ini terjadi bukan tanpa proses. Kalau dari saya pribadi, perubahan yang saya yakini menuju ke arah lebih baik ini terjadi karena rasa sakit yang terpendam menahun. Maka, ketika saya merasakan sakit, seringkali saya meminta pada Allah untuk terus dikuatkan. Saya tidak pernah meminta untuk tidak diberikan rasa sakit, tapi saya meminta untuk dikuatkan ketika rasa sakit itu menghampiri. Rasa sakit ini saya yakini sebagai ‘obat’ pengingat bahwa kita hanyalah manusia yang lemah, rapuh, dan part terpentingnya adalah… membuat saya tidak berharap berlebihan kepada manusia. Benar kata teman saya, ketika kita tidak berharap, maka matilah mimpi itu. Menurut saya, ekspetasi adalah salah satu bagian yang indah dari sebuah kehidupan. Ekspetasi membuat kita terus semangat, percaya bahwa harapan itu ada. Mungkin yang salah adalah ketika kita berekspetasi secara berlebihan, melebihi ekspetasi kita pada Allah. Nah.

Belakangan ini, saya merasa kecewa oleh banyak hal, terlebih halnya kepada manusia. Kecewa ini tidak lantas membuat hubungan silaturahmi saya rusak/putus begitu saja. Kecewa ini saya transfer menjadi energi positif dan suatu bahan bagi saya untuk belajar bagaimana cara memperlakukan manusia lain dengan sebaik-baiknya. Manusia memang tempatnya salah, begitupun orang-orang yang kita sayangi. Satu hal yang akhirnya saya pahami, mereka pasti berubah. Mereka bukan berulah, tapi mereka berubah. Dari satu pribadi yang kita yakini itu ada pada diri mereka hingga akhirnya menjadi pribadi yang mungkin ternyata sudah benar-benar berbeda dengan apa yang telah kita yakini. Kaget? Iya pasti. Kecewa? Mungkin iya, tapi tidak berlebihan. Lantas bermusuhan? Tidak. Ketika saya kecewa, saya titipkan segala rasa pada Allah dan semesta, biarlah Allah dan semesta yang bekerja. Apa yang terbaik adalah mempercayakan segala rasa sakit pada Allah dan tugas kita adalah tetap berpikir positif dan menjalani hari sebaik-baiknya.

Lantas di akhir, aku percaya bahwa ketika ada pribadi yang kita percayakan dan kita kecewa, itu hanya bagian dari sebuah proses. Proses pendewasaan bagi kami, kita, dan semua. Mungkin benar, tidak selamanya sebuah sosok bisa presisi di waktu dan ruang yang sama. Bisa saja memang, eksistensinya hanya presisi di saat itu saja. Tidak kurang dan tidak lebih. Maka, selagi bisa berbuat sebaik-baiknya, silahkan memberikan yang terbaik. Ketika waktu sosok itu telah usai, kita tidak akan pernah menyesali apapun karena kita telah berbuat yang terbaik untuk siapapun itu.

 

Advertisements

fiksi: obat yang berbeda-beda

kamu payah, kamu membuat membuat hatiku sesakit ini. kamu benar-benar payah

halo hari minggu, ini aku alya. gadis yang setiap hari mempertanyakan untuk apa aku hidup, untuk apa aku bahagia, kepada siapa aku harus baik hati, dan kenapa aku harus membahagiakan kebahagiaan orang lain. apakah itu penting? oke, sebelum kalian semua ikut berpikir tentang apa yang aku pikirkan, aku ingin cerita sedikit tentang beberapa resep penerimaan yang mungkin cocok juga untuk kalian. jangan heran bila resep ini sering dibilang resep orang tidak waras oleh sebagian orang, tapi bersama resep ini aku menyembuhkan diriku lebih cepat daripada waktu yang relatif itu.

nah, aku akan bercerita secara general saja, tapi semoga kalian mengerti apa yang aku tuliskan. bila kalian tidak mengerti, tanyakan saja langsung padaku lewat manusia yang membantuku menulis cerita ini, karena aku tak hobi menghabiskan waktuku untuk menulis seperti orang itu. jadi begini, setiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri untuk bangkit, bangkit dari apapun. entah itu menyembuhkan luka karena ditinggal, kehilangan orang yang disayangi secara mendadak, putus kerja, nilai ujiannya jelek, tidak lulus semester ini karena jarang masuk kelas, dan berbagai kesedihan lain yang kadang disebabkan oleh dirinya sendiri ataupun oleh perbuatan orang lain. aku punya cara yang aneh untuk mengobati luka, luka karena apapun. kadang keanehan ini pun tertangkap oleh diriku sendiri, misalnya aku sering bertanya pada diri sendiri, “kenapa kamu kayak gini sih? kenapa kamu melakukan ini? kan rasanya sakit.”

keanehan itu adalah… aku suka membuka arsip lama, entah bisa dari playlist lagu, foto-foto di gallery yang bahkan sudah aku hapus (lalu aku recover lagi), membaca notes galau yang aku ketik sebelum tidur, hingga melihat fotonya… fotonya yang sudah bersama orang lain. ya aku suka melihatnya sebagai bagian dari hari-hariku. entah terapi macam apa ini, tapi bagiku ini sangat membantu. aku tau ini kebiasaan yang buruk, mengesalkan sekali. setiap hari aku suka sekali membuka arsip-arsip itu dan memakan waktu produktifku bisa sampai satu jam per hari. jadi ya bila ditotal selama satu minggu aku menghabiskan waktu 7 jam hanya untuk ‘menyakiti diriku sendiri’. apa aku merasa itu normal? ya. hal lain yang menurutku tidak wajar adalah, memasang apapun yang menampar kenyataanku di layar handphone/chat ku. bisa quote-quote sok bijak yang jelas-jelas menghakimiku bahwa aku bodoh atau bagian terparahnya adalah tetap memasang sosok itu untuk selalu bisa aku lihat setiap hari. alasannya? ya agar aku terbiasa saja, karena menghindarinya sangat sulit sekali…. malah bisa membuat diriku yang sudah tidak waras ini terus memikirkannya.

setelah berbulan lamanya terapi itu aku lakukan, tidak ada teman-temanku yang marah atau gusar. jawaban mereka sesederhana, “setiap orang punya terapi yang beda-beda. walaupun terapimu agak aneh dan nggak biasa, tapi kami menghargai itu”. ya, itu semua hanya bagian dari sebuah prolog untuk kamu memulai kehidupan yang baru dari kesedihan-kesedihan itu. berada di usia quarter life crisis memang tidak semudah yang dibayangkan. pada usia ini, lingkunganmu tiba-tiba sudah memiliki fase yang berbeda-beda dan aku merasa this is not my year aja.

i: kok kamu malah sering dengerin lagunya deh?
m: soalnya biar semakin menerima kenyataan. silahkan ditempa dengan sakit, biar terbiasa.

itulah caraku yang aneh dan untungnya diterima oleh sebagian circle ku yang baik hati dan pengertian. terlihat menyakitkan ya? seperti tidak bisa lepas dari masa lalu? tergantung persepsi kalian darimana. kalau aku melakukan ini pure karena aku merasa tidak ada pilihan lain selain menempa hatiku dengan kenyataan. daripada aku harus terus-terusan berkata, “oke aku tidak akan apa-apa dengan semua ini” tapi aku tidak tahu kenyataan yang sesungguhnya. aku juga bukan tipikal orang yang suka bermimpi atau berkhayal hingga harus merajut mimpi secara sementara seperti kata float di lagunya sementara. tidak. bagiku semua itu tetap memiliki waktu dan porsinya. jadi hal yang harus kulakukan adalah mencari obat yang paling tepat untukku.

ketika aku bercerita ini, jangan ditelan mentah-mentah karena… setiap orang memiliki obat yang berbeda. maka dari itu, skin care dan obat-obatan di dunia ini beda-beda, ya itu karena kamu sudah tahu sebabnya kan? karena kita berbeda. kita hidup dengan proses yang berbeda, tujuan yang berbeda, lingkungan yang berbeda, karena itu kalian tidak bisa menyamakannya denganku. mungkin bisa jadi gagal tapi bisa juga berhasil. intinya, jangan pernah menyerah mencari ‘obatmu’ untuk sembuh dari sakitmu. karena ketika kamu menyerah, kamu akan semakin terpuruk ditemani waktu dalam jangka yang cukup lama. jangan takut dibilang orang kalau kamu sudah sembuh artinya kamu tidak sungguh-sungguh dengan apa yang kemarin, ingat saja bahwa kita akan selalu hidup sendiri bersama semua keputusan kita. keluarga dan teman hanya support system saja yang membantu meyakinkan semua keputusanmu.

yah, begitulah aku…. coba saja caranya, siapa tahu cocok.

bogor, januari 2018

Si Absurd: Cinta

Processed with VSCO with s2 preset

Sebenarnya bukan pribadi yang paham betul apa itu cinta? Karena kemarin sempat beberapa teman meminta untuk dibahas, maka saya akan membahasnya di sini. Semoga memberikan berkah bagi siapapun yang membacanya.

Buat Marisa, cinta itu apa ya?

Dia itu absurd, intangible, dan hanya dapat saya rasakan. Dia bisa melemahkan, menjatuhkan, menguatkan, bahkan membuat pekerjaanmu selesai dalam sekejap. Ya, terkadang ia bisa menjadi moodbooster terbaik. Gagal cinta secara harfiah yang pernah saya rasakan tidak lantas membuat saya menjadi lemah. Saya suka mentransformasikan hal-hal ‘sedih’ tersebut ke dalam sebuah produktivitas, entah tugas, tulisan, ataupun karya yang lain.

Sedih karena cinta itu wajar?

Wajar sekali. Saya pernah merasakannya, rasanya sedih. Mungkin ketidaknyamanan itu yang membuat kita semua tidak pernah siap dengan sebuah kegagalan/perpisahan. Rasa tidak nyaman ini lantas melekat di hati berhari-hari dan membuat semua rasanya menjadi abu-abu. Benar salah kita tidak tahu, logika dan perasaan sulit diimbangi. Ya, saya pernah berada di situ. Bagi saya, hal ini terjadi secara fluktuatif, naik turun secara cepat. Dapat sedih dengan cepat sekali begitupun dengan rasa senangnya. Tapi sekali lagi, sedih karena cinta itu sangat wajar. Karena itu ketika ada teman yang patah hati dan ingin bercerita, jangan dibilang lemah ya. Kekuatan hati dan pikiran tiap pribadi tidak sama, silahkan menjadi tempat mereka bersandar.

Pernah merasakan cinta platonik?

Pernah!!! Wah ini semangat sekali ya menjawabnya. Di sini cinta platonik yang saya maksud adalah cinta yang tulus sebagai sahabat. Benar-benar tulus dan tidak menginginkan lebih dari itu. Bukan sebuah hubungan pacaran namun sebuah relasi yang sangat efektif di mana di dalamnya tidak ada unsur-unsur ketertarikan secara seksual. Bagi saya, cinta platonik terjadi saat saya berada di Sekolah Menengah Pertama (SMA) dan orangnya kemarin baru saja menikah. Saya memanggilnya Kakak, rasanya haru sekali saat dia menikah. Saat acara pemberian pesan dan kesan, saya menahan tangis di hari bahagianya. Hal yang saya ucapkan adalah, “Kami tidak pernah berhubungan secara intens, dia di Solo dan saya di Malang. Lucunya, kami sering mengalami kejadian yang sama. Saat salah satu dari kami sedih, kami akan berkomunikasi saat itu juga via telpon ataupun sms. “ Tidak banyak dan memang tidak perlu banyak orang untuk mengetahui bagaimana hubungan persahabatan laki-laki dan perempuan ini bisa bertahan hinggai hampir 8 tahun. Sebenarnya sama halnya dengan persahabatan saya dengan salah seorang teman saya yang sedang bersekolah di Belanda. Kemarin dia menghilang dan saya mengkhawatirkannya hingga menelponnya. “Saya selalu merasa, kita tidak perlu terlalu banyak bicara untuk saling memahami. Cukup melihat wajahmu saja, saya sudah tahu masalah seberat apa yang sedang kamu lalui.” Iya, mungkin hubungan cinta platonic yang paling saya rasakan adalah bersama kedua orang ini.

Hal yang paling bikin sedih?

Dibohongin. Eh, tegas banget ya. Nggak juga sih, mungkin karena basic saya orangnya sangat extro, terbuka sekali kalau sudah menjalin hubungan dengan seseorang. Apapun detil itu selalu saya ceritakan. Kadang kalau saya mendapati sebuah kebohongan, saya jadi sedih. Padahal kita kan tidak bisa menyamakan persepsi seseorang atau membuat orang itu jadi seperti apa yang saya mau, apalagi kalau dasar hubungannya belum jelas seperti pacaran. Kalau masih dalam taraf hubungan seperti ini, justru biarkan saja dia jadi apa adanya dengan begitu kita bisa saling menilai. Hal yang sulit kan ketika kita sudah menikah, kita tidak bisa lagi berpisah apalagi kalau alasannya bukan soal prinsip atau cuma sekedar bosan. Karena bagian menyakitkan adalah ketika kita menyayanginya dengan setulus hati, tapi itu tidak berbalas. Ketika lisan berkata ya, belum tentu hati berkata yang sama. Kalau saya lebih suka mejalani cerita yang dua-duanya sama-sama iya, lisan iya hati iya (yaiyalah, semua orang juga begitu). Tapi kebanyakan sekarang, saya mendapati cerita-cerita hubungan teman-teman saya yang kurang baik dengan lawannya. Untuk saya, hak mereka saja untuk mempertahankan. Toh, mereka yang menjalani. Tapi ketika ada kebohongan di dalamnya, saya hanya bisa tersenyum pada teman-teman saya. Saya selalu berkata pada mereka, berilah cinta yang baik terhadap lawanmu, nanti cinta itu akan berbalas entah dari mana datangnya. Bila bukan dari dia, maka jangan bersedih. Hal itu menyelamatkanmu dan dia, kalian berdua saling menyelamatkan karena ya… Tidak perlu berlama-lama dalam hubungan yang ternyata bukan ditakdirkan untuk bersama. Semangat!” Kalimat penguat ini sebenarnya datangnya ya dari saya sendiri untuk menguatkan diri saya juga.

Di penghujung obrolan bersama secangkir kopi, saya dan teman saya berkata, “Ngomongin perasaan memang tidak ada matinya, ujungnya juga tidak jelas. Lebih baik kita ngomongin isu lain, agama misalnya?” Karena teman diskusi adalah teman berpikir yang paling baik dan membentuk otak kita. Tapi ya, kalau soal SARA saya tidak mau bahas, takut. Jadi kalau ingin ngobrol soal SARA sama saya harus secara langsung ya. Semoga ini menjawab penasarannya teman-teman pembaca Kalamona. See you!

Pengalaman Belanja Ketiga Kalinya di Koreabuys.com

Saya memiliki tiga pengalaman berbelanja di Koreabuys.com. Koreabuys menyediakan berbagai brand kosmetik asal Korea Selatan. Sebut saja Etude, Tonymoly, Laneige, dan kawan-kawannya. Saya adalah penggemar Etude House (sangat!) dan saya selalu berbelanja via Koreabuys. Saya adalah tipikal orang yang memiliki prinsip, belanja online tidak bisa seenak belanja langsung ke store karena kita harus teliti mulai dari pemesanan, pembayaran, mengecek status barang hingga menerima barang. Belanja online memang terlihat menyenangkan tapi bukan berarti kita tidak harus bersabar atau teliti, hehe.

Untitled

Website Koreabuys

Saya memiliki pengalaman baik dan tidak baik bersama Koreabuys. Pengalaman baik saya berjumlah dua kali. Pada saat order pertama kali, saya hanya memesan dua item yaitu pencil liner dan lip scrub dari Etude House. Barang-barang yang saya pilih merupakan barang dengan label +1Day Delivery. Menurut keterangan, barang berlabel itu adalah barang yang dikirim langsung di hari yang sama pada hari pemesanan dari Korea ke Jakarta dan akan dilanjutkan oleh kurir JNE 2-3 hari. Order pertama saya berjalan sangat mulus, saya pesan, transfer dan saya berlokasi di Jakarta. Dua hari setelah pesan, barang saya tiba di kantor, dikemas sangat apik dengan bubble wrap yang menjamin barang kita tidak rusak. Semua barang tersegel dan terlabeli stiker hologram 100% Original. Kedua item tersebut pun masih setia saya gunakan dan berada dalam pouch travelling saya.

Setelah order pertama, saya memiliki pengalaman kurang baik dengan Koreabuys. Saya mengorder bersama rekan-rekan kantor saya. Tujuannya agar ongkos kirimnya jadi satu. Saya mengorder satu item yaitu eyeliner. Tidak disangka, barang baru sampai dua bulan kemudian. Saya sempat kecewa karena lama sekali sampainya. Kebetulan penanggung jawabnya adalah Kak Nadia, rekan kantor saya. Dia rajin sekali menanyakan Koreabuys via telpon, e-mail, dan LINE. Ternyata dalam satu order kami, terdapat satu barang berlabel FORWARDING+JNE. Nah, barang berlabel forwarding ini memang memakan waktu lebih lama dari +1Day Delivery dan sebenernya di website-nya Koreabuys udah dijelaskan. Tapi kita agak shock juga kenapa kok baru sampai dua bulan. Itu pun akhirnya kami menelpon, minta semua barang yang +1Day Delivery dikirim duluan dan yang FORWARDING menyusul. Untungnya boleh (mungkin karena udah kelamaan juga). Momennya itu pas lagi tahun baru, jadi sempat ada libur panjang makanya kita ngantrinya juga semakin lama. Tapi pas sampai, tetap saja saya puas dengan barangnya, si Etude Liquid Liner warna coklat. Harganya lumayan jauh banget sama di store, makanya aku harus bersabar menanti barang ini.

Belajar dari pengalaman order kedua, akhirnya aku memutuskan satu hal. Bila belanja di Koreabuys, lebih baik yang +1Day Delivery kalau jumlahnya tidak sebanyak untuk Reseller. FORWARDING+JNE itu memakan waktu lebih lama tapi baik untuk pengiriman jumlah banyak dan aman. Mungkin karena ongkosnya pun lebih murah ya jadi menguntungkan bila mau jadi Reseller atau barangnya kita stok barang dalam jumlah besar. Setelah menetapkan keputusan (dan aku anaknya emang ga kapok selama barangnya memuaskan), setelah lebaran 1437 H, aku mengorder lagi di Koreabuys. Pesanan ketiga kali ini bahkan dalam jumlah yang cukup besar karena rame-rame untuk sekeluarga. Alhasil saya melakukan pemesanan dengan dua order dan barangnya di bagi dua agar berat paketnya tidak mencapai 1kg, hehe.

Setelah saya catat dan mentransfer uangnya via m-banking, ternyata saya melakukan sebuah kesalahan. Saya hanya mentransfer uang produknya saja, belum termasuk ongkos kirimnya sebanyak Rp 9.900 per order. Astaga, lantas saya langsung panik sekali. Khawatir itu uang tidak diterima oleh Koreabuys karena tidak sesuai Billing, huhu. Hari sudah malam dan cs tutup di hari Minggu. Saya sempat mengecek status setelah saya bayar masih bertuliskan, “Pending Payment”. Fyuh, lega sekali. Takutnya ordernya sudah expired tapi uangnya sudah terkirim. Aaa~

Dengan bersabar hati menanti hari senin, maka saya menelpon CS. Saya berusaha untuk menjadi penelpon pertama agar prosesnya lebih dimudahkan dan diingat dengan baik. Jam 09.00 saya menelpon, katanya nomornya berada di luar jangkauan. Akhirnya saya berbaik sangka menunggu sampai jam 10.00, karena saya pikir itu hari pertama kerja maka wajar saja kantornya belum produktif secara penuh. Pukul 10 lewat sedikit akhirnya telpon saya diangkat! Wa, itu suara mbak CS nya seperti air di saat kita haus (lebay) alias bikin segar pikiran karena semalam suntuk saya mikirin itu kesalahan payment. Setelah saya tanya namanya, saya menjelaskan kronologisnya. Sumpah, CS-nya ramah banget amat sangat.

“Iya gapapa sist, nanti kirim saja ongkos kirimnya digabung saja kan ada dua order. Nanti konfirmasi ke kami via sms dan bukti transfernya bisa dikirim via e-mail ya Sist”

“Alhamdulillah, terima kasih ya mbak”

“Sist, tapi ini kita lagi ngeduluin yang udah order sebelum lebaran. Soalnya yang sebelum lebaran masih ada yang antri Sis, gapapa ya? Mungkin paling lama dua minggu”

“Oh iya gapapa mbak. Tapi saya itu kan pilih yang +1Day Delivery, berarti ga akan yang selama FORWARDING+JNE kan mbak? Soalnya dulu saya pernah dua bulan nunggunya”

“Nggak kok sist, paling lama dua minggu yah. Nanti kita kabarin lagi.”

Lega banget. Beneran. Akhirnya saya transfer kekurangan ongkos kirim dan mengirimkan sms serta e-mail ke nomor CS Koreabuys. E-mail saya pun dibalas, katanya pemesanan saya akan segera diproses dan proses pembayarannya pun sudah diberitahukan pada tim. Sehari setelah membayar, saya mendapat telpon dari Koreabuys. Katanya warna Liptint yang saya inginkan tidak ada dan saya diberitahukan warna-warna Liptint yang readystock, walaupun sempat “Yaaah” tapi akhirnya saya membuat keputusan cepat untuk mengganti dengan warna yang mirip. Gampang, nanti kalau sekali pakai tidak cocok bisa diberikan ke yang mau atau dijual lagi. Tidak lama dari itu, status “Payment Pending” saya berubah menjadi Seller Preparation! Seneng banget!

Barang pun sampai sekitar 3 hari dari perubahan status tersebut, lebih cepat dari yang aku duga. Saya dan adik saya girang sekali waktu paket itu datang dan kami duduk manis siap-siap membuka isi paket tersebut. Dipacking dengan bungkus abu-abu dan satunya bungkus merah. Per item pun menggunakan bubble wrap. Saya pribadi selalu suka dengan packaging nya Korebuys karena rapih dan suka sama jenis plastiknya. Btw, saking excitednya ini paket sampai, saya tidak sempat memfoto packagingnya, bisa di google images kalau mau tahu lebih lanjut.

IMG_4607
10 Items mendarat dengan selamat di Bogor.

Berikut beberapa saran saya bila ingin mengorder barang di Koreabuys:

  1. Untuk yang mau belanja cepat dalam jangka 1-2 Minggu, pesannya yang +1Day Delivery saja biar lebih cepat sampainya.
  2. Jangan segan konfirmasi ke CS via telpon/e-mail agar pesanan kamu segera di proses. Udah berkali-kali nelpon mbak CS-nya, ramah banget. Jangan lupa bertanya siapa namanya agar kamu lebih mudah menanyakan kembali bila sampai kamu perlu menelpon lagi
  3. Sabar :)

 

Terima kasih Koreabuys. Semoga dari segi pelayanan ditingkatkan dan di segi paymentnya bisa secanggih Lazada/Zalora yang ketika bayar akan keluar nama kita sebagai pemesan, total billing, dan perubahan status segera setelah kita mentransfer. So far sih tidak ada kekecewaan selama berbelanja di Koreabuys baik dari segi item, pelayananan, dan CS-nya. Akan mengorder kembali di beberapa bulan ke depan. Salam belanja online! Harus cermat, teliti, dan sabar yah…..

 

Marisa Sugangga (2016)

 

Dinding Putih Untuk Kamar Mandi Mungil

Akhirnya raga kembali dari perjalanan ke dua kota, Bandung dan Yogyakarta. Saya membawa sebuah oleh-oleh tentang pengalaman ruang ketika menginap di salah satu hotel di Yogyakarta. Horison Hotel yang terletak di Jl. Urip Sumiharjo, Yogyakarta memberikan sebuah kesan ruang yang menyenangkan untuk saya pribadi. Begitu pun dengan Tune Hotel yang berada di Jl. Sumur Bandung, Bandung-Jawa Barat. Kedua budget hotel ini memiliki ukuran kamar mandi yang minimalis namun berfasilitas lengkap. Untuk kelengkapan alat mandi, dipegang oleh Horison sedangkan kelebihan dari Tune Hotel ialah sebuah hairdryer yang sudah tersedia tanpa kita harus menelpon ke housekeeping terlebih dahulu.

Pengalaman ruang yang saya dapat? Ternyata sebuah ruangan kecil bernama kamar mandi adalah tempat relaksasi dan berpikir yang sangat menenangkan pikiran. Pasti ada di antara teman-teman yang sangat menyukai membangun dan membuat ide dalam kamar mandi kan, karena itu keberadaan kamar mandi yang memiliki pengalaman ruang menyenangkan patut dipertimbangkan sekecil apapun kamar mandinya.

(image source: pinterest)

Saya menyadari hal ini ketika menginap di Horison. Sayangnya, saya tidak sempat mengabadikan ruangannya (berharap dapat kembali lagi ke sana). Saya berikan gambar penunjang saja, koleksi dari pinterest saya. Sebuah nuansa dinding putih keramik berukuran kurang lebih 120 x 80 menghiasi dinding di kamar mandi tersebut. Menurut saya sebuah dinding keramik hingga saat ini tidak kuno-kuno amat dan memiliki kelebihan yang cukup baik di era serba cepat saat ini, mudah dibersihkan. Bisa hanya dengan disikat ataupun dibersihkan dengan kain. Dinding keramik pun memiliki performa yang baik untuk rumah tinggal yang berada di daerah bercurah hujan tinggi dan memiliki kelembapan yang tinggi. Jadi, dinding keramik dapat menjadi alternatif yang cukup menyenangkan dan low maintenance. Warna putih adalah warna bersih. Saya menyebutnya ia adalah penolong untuk ruangan yang mungil. Warna putih menambahkan kesan luas pada ruangan ini. Dinding dan plafon putih tidak akan membuat ruangan kamar mandi mungil anda terasa sempit.

Untuk desain yang lebih ‘hidup’, sebuah sentuhan lantai keramik bercorak alam berwarna abu-abu dapat membangun suasana ruang mungil tersebut. Pemilihan keramik menggunakan corak untuk meninggalkan kesan monoton dan menambah sense of feeling dari user. Tidak hanya dimanjakan visual, tetapi juga dimanjakan indera perabanya di bagian kaki.

Sang desainer menambah kehangatan dengan menggunakan aksen kayu pada area wastafelnya. Alhasil, sentuhan dominan monokrom pada ruangan itu menjadi tidak dingin. Menyenangkan sekali loh berlama-lama di dalamnya, hehe. Menurut saya kamar mandi di hotel Horison ini dapat diadaptasi dalam desain-desain kamar mandi yang mungil tapi tetap terdesain dengan baik. Bagian yang tidak kalah penting adalah low maintenance untuk teman-teman yang hidupnya sangat mobile.

Do :

(image source: pinterest)
  1. Membersihkan kamar mandi! Walaupun terlihat low maintenance, tapi kewajiban membersihkan kamar mandi jangan sampai hilang ya. Bersih bukan berarti bersih seutuhnya.
  2. Sediakan parfum/pengharum ruangan kesukaan teman-teman. Hal ini akan menambah kenyamanan dan membangun suasana yang baik ketika kita memasuki kamar mandi
  3. Di dalam kamar mandi bukan berarti tidak boleh ada aksesoris, belilah sebuah pajangan yang menyenangkan untuk dilihat. Bisa jadi pajangan tersebut memiliki dwifungsi seperti tempat sabun atau wadah sikat gigi

Don’t :

  1. Memilih material kamar mandi yang licin. Sebagus apapun itu, utamakan fungsi terlebih dahulu ya teman-teman. Safety comes first.
  2. Jangan menggunakan tempat sampah yang terbuka, karena tisu-tisu akan terlihat. Belilah tempat sampah yang tertutup dengan pembuka menggunakan pijakan kaki ya. Lebih higienis.

Selamat menghias kamar mandi.

Salam hangat, Marisa. (@marisasugangga)

Perspektif tentang Indeks Kebahagiaan Dari Pak Ridwan Kamil

Desain Arsitektur 4 - Site Survey at Graha Candi Golf, Semarang (2012)
Desain Arsitektur 4 – Site Survey at Graha Candi Golf, Semarang (2012)

happy/adj : feeling or expressing pleasure (oxford dictionaries)

bahagia/ba·ha·gia/ 1 n keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan): — dunia akhirat; hidup penuh –; 2 a

kebahagiaan/ke·ba·ha·gi·a·an/n kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yg bersifat lahir batin (KBBI)

Setiap orang memiliki definisi bahagia nya sendiri-sendiri. Ada orang yang hidupnya sederhana, pendapatan di bawah rata-rata, tapi ketika ia bertemu dengan kolega atau temannya, ia tetap bisa tersenyum dan berkata “semua baik-baik saja”. Contoh lain, ada yang pengusaha kaya raya tapi tinggal sendirian karena keluarganya sibuk, Ia mencoba melihat dari sisi yang lain. Ia melihat kesibukan keluarganya untuk masa depan yang lebih baik. Ia tetap berusaha menghubungi satu persatu keluarganya dengan tidak menyalahkan keadaan atas sebuah kesibukan. Ia bahagia akan itu. Ba-ha-gia.

Setiap orang memiliki hak untuk bahagia setelah ia melakukan kewajibannya. Setiap orang memiliki hak untuk bahagia meskipun ia berada di dalam keadaan terhimpit sekalipun. Bahagia adalah hak setiap insan di muka bumi ini.

——

Dalam dunia urban design, Ridwan Kamil memiliki presepsinya sendiri tentang kebahagiaan. Ridwan Kamil adalah walikota Kota Bandung yang selalu menyebutkan kata “indeks kebahagiaan” saat beliau meluncurkan program-programnya, membangun sebuah ruang bersama seperti taman, atau acara-acara lain yang bertujuan untuk memberikan kesenangan kepada masyarakat kota Bandung. Menurut RK, indeks kebahagiaan adalah sebuah teori baru yang berguna untuk mengetahui kemajuan sebuah wilayah di luar peningkatan ekonomi. Teori indeks kebahagiaan ini pertama kali diperkenalkan di Butan.

“Untuk mengukur kemajuan sebuah kota, dapat dilihat dari ekonomi namun bisa juga dilihat dari kebahagiaan. Ada orang yang hidup sederhana tetapi hidupnya tetap happy. Tantangannya adalah bisa atau tidaknya kita menguantifikasi hal yang abstrak itu menjadi sebuah hal yang eksak.” (regional.kompas.com)

RK memberi contoh pada saat acara culinary night yang sedang berkembang di Bandung, program ini memenuhi tiga unsur dalam peningkatan indeks kebahagiaan untuk sebuah kota. Tiga indeks kebahagiaan itu ialah saat orang itu sering tersenyum, sering disapa, dan menemukan hal baru.

“Pada saat culinary night, orang dapat tersenyum, menyapa, dan menemukan hal-hal yang baru. Tiga hal ini akan diterjemahkan dalam program-program baru pemerintah.” Namun RK menjelaskan bahwa program peningkatan indeks kebahagiaan masyarakat adalah sebuah teori baru yang akan diterapkan di Indonesia dan kota Bandung merupakan kota pertama yang akan mencoba mengadopsi teori tersebut. “Karena hal ini belum pernah ada dan akan menjadi sebuah inovasi. Tidak perlu hal yang terlalu wah, bisa jadi murah meriah, seperti pembangunan taman dan pengadaan acara-acara lain,” Ujar RK. (sumber: http://regional.kompas.com/read/2014/05/12/1608547/Kata.Ridwan.Kamil.tentang.Indeks.Kebahagiaan.di.Bandung)

——

Saya sepakat dengan Ridwan Kamil. Di saat kita mudah tersenyum, dalam artian tidak berwajah masam, senyum merupakan obat terampuh untuk kebahagiaan diri sendiri dan orang lain. Senyum dapat meningkatkan hormon bahagia ketika kita dirundung masalah. Percaya tidak percaya, saya sering menggunakan jurus ‘senyum’ ketika saya sedang lelah. Karena pada pasalnya, ketika kita berada dalam lingkungan yang sama-sama lelah (seperti pulang kerja), akan lebih enak melihat wajah orang yang tersenyum dan berseri bukan daripada yang berwajah masam? Ketika teori you will get what you deserve, maka ketika kita tersenyum, kita akan mendapatkan manfaat dari senyum itu sendiri. Jangan lupa senyum ketika tidak sengaja berinteraksi mata dengan sesama. Budi pekerti bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ramah jangan sampai hilang. Senyum itu ibadah juga, apalagi terhadap orang-orang yang membutuhkan, jangan sampai melukai hatinya karena wajah kita terlihat sombong.

Lalu poin kedua, sering disapa. Di sini mungkin ditekankan bahwa interaksi langsung lebih baik daripada interaksi dunia maya. Ketika kita terlalu sering berinteraksi dengan gadget, interaksi pada dunia nyata akan berkurang. Saya berbicara seperti ini bukan berarti saya tidak terkena penyakit “gadget”, tapi saya sedang dalam tahap mengurangi penyakit itu. Minimal ketika kita satu meja dengan orang yang sedang tidak memegang gadget, usahakan jangan memegang gadget kecuali untuk mengecek hal-hal penting .Bila urgen, kita bisa izin terlebih dahulu kepada lawan bicara kita. “Maaf ya, Ibuku menelpon. Aku ansos sebentar ya.” Sopannya seperti itu.

Menemukan hal baru. Whoa! Thats my favourite. Ini benar sekali. Ketika kita menemukan hal baru, otomatis hormon bahagia dan rasa penasaran kita akan meningkat. Di sinilah perasaan ingin senyum-senyum akan muncul. Seperti ke tempat baru dan berkata “Wah ini keren ya!” atah datang ke event-event baru dan berteriak “Ini apa?! Kok seru banget.” Bahagia itu dari melihat hal-hal yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Jadi, sering-sering pergi ke public space atau minimal pergilah ke tempat-tempat yang baru, dalam kota juga tidak apa-apa. Diniatkan untuk mencari ilmu dan pengalaman baru, insya Allah jadi berkah.

Itu Indeks Kebahagiaan menurut Pak Ridwan Kamil yang coba saya terjemahkan dalam versi saya, dalam versi kebahagiaan saya yang telah saya alami sendiri. Bagaimana kebahagiaan menurut kamu? Apa tiga poin ini dapat meningkatkan indeks kebahagiaanmu? Senyum, interaksi, dan berhijrah (pergi mencari hal-hal baru yang bermanfaat dan menambah wawasan). Oh ya, adalagi indeks kebahagiaan keempat saya, dipeluk orang-orang tersayang.

30 Oktober 2012. Kangen

Ibu, saya cuma mau bilang. Terima kasih sudah mengajarkan banyak hal kepada saya. Bapak, saya cuma mau bilang terima kasih sudah menjaga putri bapak dengan sepenuh hati. Bapak Ibu, saya cuma mau berkata bahwa, saya, putri kalian, sangat mencintai kalian dengan setulus hati saya sebagai seorang anak. Bapak Ibu, di mana pun kelak kalian berada, entah siapapun yang akan mendahului, ketahuilah, sepanjang hari, sepanjang doaku, saya selalu ingat kalian. Kita berada di satu langit, kita masih berada di satu pulau, hanya jarak yang memisahkan kita, hanya kesibukan yang berbeda yang memisahkan. Seperti kata Pak Galih, kita memiliki ruang, ruangku dengan Bapak, ruangku dengan Ibu, ruang kita, Bapak, Ibu, dan Aku. Ya, dengan adanya ruang itu, saya jadi selalu percaya bahwa kalian selalu ada di dekat saya.

Bapak Ibu, sejauh nantinya raga berpisah, saya selalu berdoa, kita akan bertemu lagi kelak, di kehidupan selanjutnya. Jangan lupa dengan saya ya Bapak Ibu. Sejahat-jahat, seburuk-buruknya saya menjadi manusia, saya tetap sayang sama Bapak Ibu, kapanpun, karena Allah, saya mencintai Bapak Ibu setulus hati saya. Walaupun rasa antar manusia tidak abadi, saya selalu berdoa, rasa ini abadi dan saya masih bisa merasakannya nanti, amin. Bapak Ibu, maaf bila putri Bapak Ibu ini banyak mengecewakan, tapi Bapak Ibu tidak perlu khawatir, Bapak dan Ibu selalu mengajarkan hal yang benar kepada saya :’)

P.S I Love You and Always Be, Papa&Mama yang sedang di Jakarta&Bandung.

From, Marisa Sugangga, putri ke-3 dari 5 bersaudara yang sedang di Malang.

 

Repost from my Tumblr