Setting Ruang Bandung yang Ajaib

DSCF9771

Ini adalah Budaraa. Sebuah ruang di Kota Bandung yang dibentuk dari dinding-dinding yang ditempel dengan berbagai pernik hingga mampu menghasilkan kesan ruang hangat dan menerima siapapun yang masuk ke dalamnya. Unsur etnik dan perabot yang ‘nyentrik’ membuat ruang-ruang pada Budaraa terbentuk seperti rumah khas nenek yang selalu membuat kita ingin pulang kampung. Ternyata, kehangatan yang didapatkan dari Budaraa tidak hanya berhenti dari segi arsitektural saja. Semesta mendukung bagaimana tempat ini terbentuk. Terpikirlah sebuah komponen pembentuk yang tidak kalah ajaib dan mampu membuat ruang ini menjadi syahdu hingga candunya membuat makhluk yang ‘terjebak’ di dalamnya larut dalam alam pikirannya sendiri hingga rindu pada sosok seorang mantan. Cuaca.

Bandung termasuk kota yang selalu saya tertawakan perihal cuacanya. Di Antapani atau daerah Bandung Timur, hawa hangat merasuk bersamaan dengan aspal yang tidak punya pembayangan karena daerah ini kurang pohon. Berbeda dengan sisi Utara Bandung yaitu daerah Dago dan kesananya yang sekarang sudah mulai dibabat (hampir) habis demi komersialisasi kafe yang memanjakan si pendatang pencari udara dingin. Daerah ajaib (Dago) ini punya cuaca tersendiri yang sepertinya tidak masuk dalam ramalan cuaca yang biasa kita dapatkan dari berita di televisi ataupun koran. Jadi, saya suka berkata “Ya sudahlah Dago, terserah kamu saja mau punya cuaca seperti apa. Di bawah hujan, di atas tidak hujan.”

Budaraa tidak akan jadi Budaraa bila ia tidak diletakkan di Kota Bandung. Budaraa juga tidak akan jadi Budaraa jika ia tidak terletak di struktur ruang Jalan Bukit Dago Utara. Terlebih ketika saya berpikir, apakah sebuah Yogyakarta akan mampu membentuk Budaraa yang sedemikian hangat namun memiliki angin pegunungan yang menyejukkan? Setting ruang itu memang ajaib, tidak bisa dicuri, diganti, di-infill dengan apapun. Maka tone-tone hangat seperti ini, yang tercipta di foto, bisa didapatkan hanya karena Budaraa ada di sini! Wajar ketika kita mendesain suatu ruang atau kawasan, analisis cuaca menjadi penentu bagaimana ruang tersebut akan terbentuk. Analisis kawasan yang sangat-sangat ramah terhadap alam, namun pada kenyataannya gemar menjahati alam, menjadi faktor krusial di mana bukaan, beton, batu, kayu, dan segala material itu ditempel atau dipasangkan. Walaupun kalau dilihat sebenarnya Budaraa tidak memiliki satu analisis khusus bagaimana si pintu satu itu bisa ada di sisi tepat di depan saya duduk (hehe).

random. 

Bandung, 27 Desember 2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s