Midnight Talk: Telpon Dari Pulau Seberang

Niatnya malam ini mengerjakan bab 2 alias tinjauan pustaka. Mengeset jam, menentukan target, dan membuat kopi dari air yang tidak lagi panas (tapi ternyata tetap enak). Segala angan ini buyar seketika saat sebuah telpon masuk, sebenarnya lumayan sih karena jam 23.00-01.00 adalah jam-jam kritis saya, jam super ngantuk. Sahabat saya dari Lombok menelpon, setelah berkali-kali gagal karena belakangan jam tidur saya seperti anak SD.

Seperti biasa, obrolan kami random. Tidak pernah ada tujuan yang jelas kenapa malam ini kita harus ngobrol sampai berjam-jam. Sampai di titik, “Heh, ini yang nelpon siapa siapa tapi yang mendominasi cerita siapa? Jangan tanya-tanya aku terus lah, gantian kamu yang cerita!” Terus porsi cerita dia ternyata tidak seberapa banyak juga, karena saya menyudahi dengan fakta “Hari ini aku bimbingan, udahan dulu ya nanti kita ngobrol lagi.”

Midnight talk malam ini bahan mentahannya dari obrolan dua orang ngantuk. Satunya sedang mengerjakan tesis dan yang satunya sedang bingung harus ngapain karena besoknya cuti. Obrolan yang berlangsung hampir dua jam ini membuat satu dari kami ngobrol sampai merem-merem.

A: Manusia itu memang suka begitu. Harapan yang membuat mereka terus hidup. Harapan itu yang membuat langkah-langkahmu begitu mantap dan optimis untuk dijalani.

M : Emang iya? Iya sih. Tapi gimana ya, rasanya enggak punya harapan tuh kayak kita berjalan tanpa tujuan. Gimana caranya kita tahu kita sudah ada di step mana kalau kita tidak punya suatu harapan? Ya emang yang paling salah kalau berharap sama manusia. Gitu kan maksudnya?

A: Haha ya itu kamunya aja emang suka aneh. Bukan aneh sih, emang hobi mungkin dibuat memiliki perasaan yang gaenak kaya gitu dan logika yang gagal ditransformasikan jadi tindakan nyata.

A: Intinya kamu nggak perlu berubah jadi orang lain, Mba. Tetap aja jadi kamu yang good vibe kaya gini. Kamu kaya gini aja aku udah seneng ngobrol sama kamu karena jarang ada orang yang betah dengerin temennya ngobrol ngalor ngidul berjam-jam kaya kamu gini. Kamu akan selalu dianggap spesial sama orang yang emang nganggep kamu spesial, tenang aja.

M: Dih, orang aku nggak pernah berusaha jadi orang lain kok. Aku ya gini-gini aja, nggak pernah pernah kemana-mana dan gimana-gimana, hehe

A: Makanya itu, kalo ada orang yang minta kamu berubah, aku sebagai koncomu bilang nggak usah. Ya itu kalo kamu mau dengerin aku sih, kan aku bukan koncomu. Terus juga, pantai bulan depan itu sebenernya kado buat kamu, tapi aku gak mau sok-sok suprise gitu. Udah tenang aja, itu kado buat kamu dan hadiah semoga kamu segera sidang.

M: Hwkwk apaan sih! Kamu circle ku lah! By the way, makasih banyak kadonya!!! Kok kadonya membahagiakan gitu sih hahaha semoga semakin banyak rejeki yaa

A : Oh iya, kamu tahu ga sih logika terbalik?

M : Iya tau, sering banget denger malah. Kenapa?

A : Gapapa, kalo kamu sadar, mungkin lingkunganmu sedang menggunakan logika itu tapi kamunya nggak sadar. Kalo kamu sadar, kamu akan lebih mengerikan dari sekarang sih.

M : Mengerikan gimana deh? Kok serem, haha

A : Udah. Jadi kaya gini aja, aku gak mau ngasih tau.

Teringat akan tanggung jawab, akhirnya kami mengakhiri obrolan dengan tertawa dan pesan-pesan bahwa sebagai manusia masing-masing dari kita berhak bahagia. Bahwa ia berhak menjadi dirinya sendiri dan diterima oleh orang lain. Ketika tidak suka, maka tidak sukalah dengan pemikirannya bukan orangnya. Dan selalu ada orang-orang yang menerimamu apa adanya, menjadikan dirimu prioritas, dan selalu berusaha menghiburmu dengan waktunya. Maka, terima kasih telah tinggal dan terima kasih atas kiriman gambarnya sebelum tidur.

41540
Susah banget Cha ngasih tau kamu. Batu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s