Mengkritik Serta Memberi Solusi

agung-hapsah

Video lengkapnya bisa dilihat di sini

“Saya siap menerima kritik dan saran. Jadi saya adalah pribadi yang tidak menutup pendapat dari pandangan apapun masuk dalam diri saya.”
“Demokrasi ya, Pak?”

Saya bukan youtube mania tapi terkadang di waktu senggang, saya suka menonton video dari youtubers Indonesia. Hal ini cukup menarik karena Presiden kita Bapak Jokowi, sampai mengundang para youtubers muda Indonesia. Kenapa? Menurut saya langkah beliau cukup bagus mengingat presentase penonton televisi pada masa ini mayoritas sudah pindah ke youtube/streaming. Banyak pesan yang ingin Bapak Jokowi titipkan ke youtubers muda Indonesia, karena influence mereka cukup besar bagi masyarakat. Agung merupakan satu dari sekian banyak youtubers Indonesia yang kualitasnya bukan hanya sekedar ‘video lewat’. Kontennya menurut saya cukup berbobot (walaupun tidak semua videonya bertemakan ‘serius’) dan Agung berusaha menyelipkan pesan-pesan baik bagi anak muda Indonesia.

Hal pertama yang membuat saya jatuh cinta dengan Agung adalah grading videonya. Agung merupakan anak bangsa yang menurut saya cukup berpotensi dalam dunia perfilman. Tone yang dia suguhkan dalam video-videonya sungguh bagus (dan saya suka sekali). Teknik pengambilan gambarnya pun menurut saya sudah berada di atas rata-rata youtubers pada umumnya. Ya, Agung men-tag dirinya sebagai filmmaker dan bagi saya gelar itu cocok untuk dia. Saya telah melihat semua videonya, salah satu video yang saya suka adalah ‘Solar Eclipse’.

Oh ya, lalu kenapa link yang saya share bukan ‘Solar Eclipse’? Sembari makan siang sekaligus break dari tugas, kebetulan saya menonton video yang ini. Agung menjelaskan bagaimana cara mengkritik yang baik. Ternyata dalam proses mengkritikpun ada etikanya. Tidak serta merta ia mengkritik sesuatu namun ada proses panjang di baliknya. Sebagai manusia, Agung menjelaskan bila mengkritik adalah hal yang wajar. Ketika kita mengkritik sesuatu, bukan berarti kita sempurna/expert di bidang itu. Kritik itu sah-sah saja, asal diimbangi dengan proses yang tepat pula. Seperti saat ia mengkritik sebuah film, ia akan menonton filmnya berulang-ulang, mencatat apa yang dia kira salah, menonton kembali sembari mengecek apakah ada yang salah dari catatannya. Hmm…… Proses mengkritik yang sungguh panjang bukan? Jadi bukan satu kali melihat lalu langsung mengkritik.

Bagi saya pun tidak ada yang salah dengan proses mengkritik. Di dunia perkuliahan pun, kami semua selalu diajarkan bagaimana cara mengkritik. Kami lebih senang menyebutnya kritik yang membangun. Kritik yang tidak membangun adalah kritik yang tidak solutif. Beberapa kritik yang membangun dapat diawali dengan apa yang baik terlebih dahulu disampaikan baru apa yang dikritik dikeluarkan beserta solusi atau alternatif lain yang membangun/membantu kelangsungan dari apa yang telah dihasilkan oleh subjek/objek yang dikritik.

Menulis adalah salah satu media menyampaikan ide yang menyenangkan. Resolusi saya di 2017, saya mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang berdasarkan fakta data yang sudah ada dan tidak berhenti hingga tataran konsep. Saya bisa beridealisme dan mengkritik sesuatu yang saya kira kurang baik lewat tulisan karena bagi saya tulisan berbicara lebih banyak daripada ketika saya berlisan. Dengan belajar dari Agung Hapsah dan beberapa penulis serta website menulis lainnya, saya mengerti bahwa menulis berdasarkan fakta data serta proses berupaya untuk membaca kembali tulisan sebelum diterbitkan adalah hal yang perlu dilakukan. Dengan begitu, proses mengkritik lewat tulisan akan memiliki pondasi yang lebih kuat daripada menulis berdasarkan pandangan sendiri.  Bagian dari tulisan yang saya sadari sangat penting keberadaannya adalah solusi atau kesimpulan. Bagian ini adalah inti dari proses mengkritik yang telah kita lakukan karena dengan memberikan solusi, kita akan memberikan kritik yang membangun bagi siapapun yang membacanya.

Saya akan membiasakan diri untuk selalu menulis setiap hari dan dalam satu bulan saya akan mengusahakan untuk menulis artikel yang memiliki argumentasi dan data pendukung yang kuat.

Malang, Desember 2016
#30DWCHari27 #Resolusi2017

 

One thought on “Mengkritik Serta Memberi Solusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s