Perjalanan Singkat Sore Ini

Studio Rancang Kota – UPT Bahasa ITB – Studio Rancang Kota, Institut Teknologi Bandung, sore ini-.

Kami berjalan menyurusi lorong berkolom batu kali tersebut. Melewati jalan yang tidak pernah kami lewati, lebih tepatnya secara sengaja. Begitu penat dengan si layar 14″ itu, maka ajakan untuk menikmati angin sore ke arah kampus Utara terlihat menyenangkan. Sembari mengambil ‘tugas’, kami melangkah menuruni tangga yang kacanya perlu dibersihkan tersebut.

Visual dari sebuah mata masih menjadi yang maha indah. Ketika kami berdua, sepasang yang gemar mengomentari gelak dunia perfilman tanah air, maka sudah tentu obrolan yang terjadi seputaran itu-itu saja. Menyadari betapa kerennya efek stabilizer di video buatan orang lain, mencoba memperagakan bagaimana si efek stabilizer itu terjadi.

Saya dengan percaya dirinya, menundukkan dan memasang sedikit kuda-kuda sembari berjalan ala slow motion, memperhatikan ranting-ranting di atas kami. Bergerak ke sana, ke mari, mengomentari apa yang dilontarkan partner berjalan sore ini. Segala gerakan aneh yang kadang saya lakukan, sudah cukup dipahami dengan raut wajah aneh khas sahabat saya. Seputar dia akan pulang kampung besok, terjadilah sedikit obrolan dari kami;

“yok!”
*berhenti di tengah jalan*
“weh mbak, sumpah tak kira mau jatoh loh Chaaa! tak buang loh!”
“wkwk…. eh masyok, aku mau oleh-oleh.”
“apa?”
“cerita yang menarik”
“hahahaha apa nih kok eksplisit?”
“ya itu, emang apaan coba, cerita yang menarik lah!”
“mau dua deh oleh-olehnya”
“apaaaan?”
“satu cerita, yang satu kembali dengan selamat”
“hah? tunggu-tunggu, kembali apaan nih?”
“ih! ya kembali ke sinilah!”
“kan makna kembali bisa aku kembali ke Semarang juga.”
“ya ke sinilah, ke Bandung. jangan resign kuliah yok, nanti aku ga ada temen.”
“ealaaa”

Bagi saya, ketika seseorang yang begitu berarti melakukan perjalanan, ketidakhadirannya akan terbayar ketika ia kembali dengan cerita-cerita baru. Cerita yang saya tidak habis pikir, cerita yang tidak akan terjadi ketika dia berada di satu radar dengan kita, cerita yang tidak sepaham dengan kita. Maka ketika teman atau sahabat saya berpergian, oleh-oleh yang saya minta adalah cerita dan foto.

Hal-hal kecil itu justru menjadi sesuatu yang menarik. Tanpa dibuat-buat, tanpa perlu berpikir terlalu keras. Biar saja mengalir apa adanya. Ketidaksengajaan yang sederhana itu, ketulusannya akan sampai pada yang dituju tanpa perlu kamu tuliskan.

Bandung, 26 Oktober 2016
di tengah hectic tugas 2 studio rancang kota

Marisa Sugangga

One thought on “Perjalanan Singkat Sore Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s