Explore Jakarta : Taman Wisata Alam Mangrove PIK

1431242705987Ini latepost sekali sebenarnya. Berhubung kemarin saya baru blogwalking dan menemukan banyak referensi yang menjadi panduan saya menentukan destinasi, sebagai bentuk terima kasih saya sebagai sesama blogger, saya memutuskan untuk mereview beberapa kisah perjalanan jalan-jalan saya.

1431307603564
Tempat penginapan dalam kawasan. Menarik kan bentuk bangunannya?

Sempat booming di media social (sepertinya sampai sekarang masih booming), saya dan teman-teman Arsitektur UB 2010 yang sudah bekerja di Jakarta memutuskan untuk liburan bersama di bulan Maret 2015 lalu. Setelah banyak ngobrol di grup akhirnya tercetuslah untuk main ke hutan kota yaitu Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk sekalian kuliner di area PIK. Area ini terkenal dengan jajaran ruko-ruko disulap yang disulap jadi tempat makan dan nongkrong super asik. Beberapa dari kami janjian di Stasiun Tanjung Barat dan ketua angkatan kami yang sangat bertanggung jawab menjemput kami satu-satu dari Serpong, Cibubur, Bogor, sampai ke Stasiun Tanjung Barat. Perjalanan dengan mobil pribadi ini kami tempuh melewati pintu tol menuju Bandara Soekarno-Hatt dan keluar di pintu tol Pantai Indah Kapuk. Kalau dari Jakarta (St. Tanjung Barat), perjalanan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Setelah masuk ke kawasan PIK, kami menuju ke Wisata Alam Mangrove PIK dan membayar tiket per orang sebesar Rp 25.000. Menurut saya cukup worth it mengingat tempat ini ternyata cukup terawat.

Kami pun memarkirkan mobil dan setelah menyiapkan segala persiapan, kami memulai perjalanan seru kami berputar-putar di sekitar hutan kota ini. Di tempat ini, selain menikmati pemandangan alam, mungkin teman-teman akan sering berkata, “Ini di mana ya? Seperti bukan di Jakarta deh…” Memang benar, saya sendiri pun seperti itu. Berkali-kali saya berkata seperti itu. Suasananya benar-benar seperti sedang liburan dan jauh dari hingar bingar Kota Jakarta.

Apa yang kita lakukan di PIK?

1431307593352
Jalan menuju pantai reklamasi

Refreshing sejenak dari kehidupan kota! Ini benar-benar hutan kota yang recommended menurut saya. Selain jalan-jalan mengelilingi kawasan mangrove, di sini juga terdapat penginapan yang memiliki bentuk bangunan yang menarik. Bila bosan jalan-jalan, kita bisa menyewa boat dengan harga Rp 250.000 (6 orang) – Rp 350.000 (8 orang). Tapi karena teman-teman hanya ingin jalan kaki saja (sekalian olahraga katanya), akhirnya kami tidak menyewa boat. Kami berkeliling hingga terdapat tulisan ‘Pantai’. Saat tiba di spot ‘pantai’ tersebut, ternyata kami memang menemukan pantai, tapi pantai yang sedang di reklamasi (dibuat daratan) serta dapat melihat pembangunan Jembatan PIK menuju Golf Island. Struktur jembatan ini cukup menarik untuk kami karena bentuknya yang modern. Kami pun lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengabadikan foto dan ngobrol karena sudah lama tidak bertemu. Saat waktu sholat tiba, kami mampir ke Musholla yang cukup dingin dan membuat kami tidak ingin beranjak dari tempat itu karena Musholla nya terbuat dari struktur kayu dan berada di atas rawa, seperti struktur rumah panggung. Tidak terdapat tempat makan, hanya restoran dan beberapa drinking machine box. Beberapa kali saya mencoba menggunakan machine box ini dan si mesin tidak mau menerima Rp 5000-an saya sampai pengunjung selalu tertawa melihat tingkah saya yang selalu gagal sedangkan teman-teman saya berhasil. Setelah percobaan ke-10 akhirnya saya berhasil!

1431307600318
Jangan pakai heels ya ke sini, karena decknya bolong-bolong. Bahaya bisa selip.
1431307642481
Di jembatan ini terik sekali. Kami berjalan-jalan di sini pukul 13.00, pas matahari tepat di atas kepala kami. Photo by: Ketua Angkatan 2010, Om Randy

Catatan: 

  • Kalau bisa jangan ke sini jam 12.00 siang atau pada saat matahari sedang terik-teriknya karena sangat panas. Namun hal ini bisa diantisipasi dengan bawa topi agar kepala kita tidak terlalu panas. Bila ingin menghindari terik, datanglah jam 14.00 atau jam 15.00, sudah lumayan sore dan waktu yang tepat untuk berjalan-jalan dan menikmati alam.
  • Bawalah botol minum karena selain dehidrasi karena kepanasan, kita pasti akan cepat haus karena olah raga jalan kaki.

Overall, saya sangat menyukai perjalanan saya ke Wisata Alam Mangrove PIK ini, selain harganya terjangkau, kawasan ini juga tidak jauh dari pusat kota. Hanya saja memang bila menggunakan transportasi umum akan memakan waktu lebih lama daripada membawa kendaraan pribadi karena sepengetahuan saya, bis-bis yang ke arah sini tidak terlalu banyak dan terdapat jam-jam nya dengan jeda yang agak lama.Sepulangnya dari Hutan Mangrove, teman-teman bisa menjajaki area ruko-ruko PIK yang sangat terkenal dengan kuliner nya. Berbagai macam kuliner dari tradisional hingga modern, asia-barat, lengkap semua ada di sini dengan interior yang sangat mendukung dan fotoable alias eyecatching. 

1431307777373
Photo ala-ala Lets Get Lost!

Nah, Wisata Alam Mangrove bisa menjadi salah satu destinasi hutan kota yang menyenangkan loh kalau ingin ‘kabur’ sebentar dari keramaian urban. Minum air putih yang banyak ya sepulang dari sini agar tidak dehidrasi.

*) informasi saat saya melakukan trip ke sana, Maret 2015.

Universal Studio Singapore 2015

Selamat long weekend! Selamat liburan akhir tahun. Still wondering how time flies so fast. Perasaan saya baru saja melakukan libur akhir tahun 2014, eh sekarang sudah 2015 lagi. Review perjalanan ke Universal Studio Singapore ini muncul karena berbagai permintaan yang penasaran dengan apa yang saya lihat dan rasakan di sana.

SAM_0454

Jadi, perjalanan saya ke Singapura ini adalah ketiga kalinya sejak tahun 2009 dan 2013. Tidak banyak yang berubah malah semakin membaik dan semakin bersih (kecuali jalanan Orchard, sekarang waktu peak hours karena pengunjung padatnya tidak karuan menyebabkan terdapat sedikit sampah tisu/kertas di beberapa titik, padahal dulu hampir tidak ada). My Mom, my beloved-person yang tiba-tiba menawari perjalanan ini langsung bilang “Ke Universal aja yuk, cobain?”. Ketiba-tibaan ini berawal dari adik bungsu saya sedang mengikuti Singapore International Jamboree 2015 dan Ibu saya ingin mengunjungi si bungsu, jadilah akhirnya saya dibawa. Berkali-kali dalam perjalanan kita bercanda, “Ini kita mau ke mana sih? Ke Malang ya?” Kenapa? Karena kami berdua sedang dalam masa hectic deadline dalam pekerjaan kami dan tidak sempat menyiapkan apa-apanya kecuali hal-hal krusial seperti paspor, tiket pesawat, tiket hotel, akomodasi selama di sana, dan menghafalkan MRT serta nama jalan-jalan penting yang akan kami datangi.

Ketika ditawari tentang USS, saya spontan langsung semangat 45. Theme park always being my favourite park for spent a whole of my day, really!!! Makanya saya langsung buka-buka website untuk mencari tahu segala macam info tentang USS. Semua pengunjung bilang worth it dan termasuk destinasi Theme Park terbaik di Asia Tenggara (masuk dalam Trip Advisor). Tiket masuk normalnya 76 SGD namun bila pesan online, kita bisa mendapatkan tiket dengan harga 66 SGD include voucher makan seharga 5 SGD dan voucher belanja 10 SGD (dengan minimal pembelanjaan 30 SGD) dan the best part nya adalah kamu tidak perlu mengantri karena setelah membayar sistem online, kamu akan mendapatkan tiket dan barcode. Tinggal di print lalu dibawa pada saat mau masuk USS, berlaku kok walaupun kita print nya di kertas hvs, tenang saja. Untuk reservasi online bisa dilakukan di http://www.rwsentosa.com

Kami berangkat Sabtu pagi, 21 November 2015 dan mendarat di Singapura kurang lebih pukul 10.00. Dari Changi Airport, kami menggunakan MRT dengan 3x transit. Kami menempuh perjalanan dari Changi ke Sentosa Island kurang lebih 40 menit. Saat tiba di Vivo City, kami menuju ke Monorail Sentosa yang terletak di lantai paling atas Vivo City. Ketika tiba, kami sangat kaget karena antrian untuk membeli tiket wahana Sentosa Island sangat ramai! Untung kami sudah pegang tiket online dan kartu transportasi andalan EZ-Link dapat digunakan untuk Monorail Sentosa juga, kami terbebas dari antrian panjang itu.

Oh ya, kami masih bawa koper loh. Karena kami memburu waktu takut kesorean kalau harus mampir penginapan untuk meletakkan bawaan, setelah membaca-baca di blog orang sebelumnya, saya mengetahui terdapat rental loker untuk koper kecil dan besar. Harganya lumayan, 30 SGD untuk 24 jam. Dari info yang saya baca, loker hanya ada di daerah Casino, ternyata di depan pintu masuk USS juga ada! (Dekatnya deretan Popcorn Caramel). Jadi ada beberapa pilihan, bila yang di depan USS penuh, bisa coba di depan Casino ya. Di sini saya sadar penuh bahwa Singapura benar-benar memanjakan para wisatawan asingnya, bahkan hingga urusan mengatasi jangan sampai bawa-bawa koper selama di perjalanan.

Ride the movies!

IMG_5550
Spaghetti Space Chase
IMG_5589
With my only one travel partner, Thank You Mom!

Yeee! Whistlist 2015 keceklis lagi. Alhamdulillah. USS hari ini termasuk ramai, sepertinya karena weekend. Karena antrian sangat ramai, akhirnya Ibu saya memutuskan untuk membeli tiket USS Express seharga 50 SGD per orang di “Far Far Away Souvenir Shop” dengan niat “Kapan lagi ke sininya.” akhirnya saya dan Ibu saya berhasil naik setiap wahana tanpa harus mengantri (paling lama antri hanya 15 menit). Ada beberapa wahana yang tidak bisa menggunakan USS Express seperti Canopy Flyer. Oh ya, USS ini terdiri dari 5 bagian. Theme park ini memiliki bentuk lingkaran (radial) di mana pintu keluar dan pintu masuk nya hanya ada di satu sisi, jadi kamu akan bertemu lagi dengan pintu masuk ketika selesai mencoba seluruh wahana. Dari pintu masuk bila kita jalan ke arah kiri terlebih dahulu maka kita akan menyusuri USS dari bagian Hollywood (Sesame Street Show), Madagascar (A Crate Adventure), Far Far Away (Enchanted Airways, Shrek 4-D Adventures), The Lost World (Water World -tidak sempat naik karena kehabisan jam menonton, sebaiknya mengetahui jam-jam tayangnya agar tidak ketinggalan seperti saya karena menurut banyak pihak sangat recommended-, Canopy Flyer, Jurassic Park Rapids Adventure), Ancient Egypt (Revenge of The Mummy), Sci-Fi City (Battlestar Galactica: CYCLON, Transformer The Ride: The Ultimate 3D Battle), dan the last one is New York (Lights, Camera, Action! Hosted by Steven Spielberg). Wahana yang saya tuliskan adalah wahana yang recommended untuk anak muda seperti saya haha beberapa wahana tidak saya cantumkan karena itu diperuntukkan untuk anak kecil dan kami tidak mencobanya. Ajaibnya lagi, Ibu saya –my only one partner- mau naik semua wahananya! Semua tanpa terkecuali bahkan yang seram sekali selevel Revenge of The Mummy (terima kasih Mamaku). Dari semua wahana yang saya cantumkan, beberapa wahana yang jadi wahana wajib saat kita ke USS adalah Jurassic Park Rapids Adventure, Revenge of The Mummy, Battlestar Galactica: CYCLON, & Transformer The Ride. Empat wahana ini wajib dicoba kalau ke USS karena Ride The Movies nya dapet banget di wahana ini, mulai dari plot, teknologi, cerita, suasana (ambience), sangat terasa (terkadang jadi berasa sedang main film juga). Beberapa wahana mewajibkan kita menitipkan tas, tapi jangan khawatir, terdapat loker gratis (45 menit pertama) di dekat wahana tersebut. Untuk wahana Jurassic Park Rapids, ini seperti arung jeram. Kalau takut basah kita bisa beli jas hujan yang dijual di pintu masuk. Di setiap bagian, terdapat makanan dan food center jadi jangan khawatir kelaparan.

IMG_5530.JPG
Battlestar Galactica: Human (Red, the traditional seated coaster) & Cyclon (Blue, the inverted roller coaster, wohoo!)
IMG_5508.JPG
Revenge of The Mummy. Really like the ambience in here.
IMG_5498.JPG
Far Far Away. Shrek 4-D castle.
IMG_5528.JPG
Sci Fi City. The place that you can play Transformer: The Ride, really really recommended, Aaaaaa!

Kesimpulannya? Worth it! Untuk pecinta Theme Park, bila ada rencana ke Singapura saya sarankan untuk mengunjungi USS karena sangat menyenangkan sekali. Untuk tiket, bookinglah online karena sering terdapat promo dan lumayan mengurangi harga dari harga aslinya (serta terdapat beberapa voucher tambahan). Untuk yang sudah bosan dengan wahana yang ada di Dunia Fantasi, bisa mencoba wahana-wahana di USS dengan petualangan baru. Selamat berlibur!