Feeling Lucky

Pernah ga sih ngalamin kaya gini?

“Eh lo kok rajin solat sih sekarang?”

“Iya soalnya gue mau uts nih, biar lulus aja”

“Ye giliran uts aja solat lu banter, biasanya ke mana ajaa. Ntar kelar uts bolong lagi dah pasti”

“Gue percaya kekuatan doa men. Jangan sampe bolong lagi doong”

pada kenyataannya: bolong-bolong lagi

Pasti pernah :p

Saya juga pernah.

Kemarin ada renungan kecil untuk saya. Kita semua tahu bahwa kita hidup di dunia adalah untuk ibadah kepada Tuhan. “Dan tiada kami ciptakan bangsa jin dan manusia, melainkan untuk beribadah” (Q.S adz-Dzariyat: 56). Nah, kita sebagai manusia pasti diberikan cobaan yang harus kita lewati kalo kata Mama “Hidup itu kaya ujian”.

Waktu saya merasa susah atau akan menghadapi ujian berat, mungkin seperti UN, ujian, cobaan, berdoa kita pasti menjadi lebih kencang, lebih berat, lebih sering.

____________________

“Saya selalu merasa beruntung memiliki tempat mengadu, tempat berkeluh kesah, tempat meminta, di manapun dan kapan pun saya harus mengeluh. Saya selalu merasa beruntung dan percaya bahwa Allah selalu ada menemani saya. Tidak pernah saya merasa seberuntung itu. Menurut saya, sah-sah saja ketika siapapun yang merasa akan menghadapi ujian menjadi lebih keras berdoa dan meminta. Lebih baik tidak dicela karena amal ibadah itu adalah urusan manusia dengan Tuhan, kita sebagai sesama manusia tidak pernah mengetahui amal ibadah seseorang. Seseorang yang melakukan itu pada dasarnya tahu mana yang baik dan yang kurang baik, saya yakin setiap pribadi pasti menuntut perbaikan untuk dirinya sendiri. Menurut saya untuk kasus percakapan di atas bertanda, ia beriman bahwa Allah memang ada dan percaya bahwa Allah akan membantu kita, selalu membantu kita, apalagi ketika kita berdoa. Pasti pernah kan ketika sudah berdoa dan meminta, perasaan menjadi lebih lega walaupun pada akhirnya kenyataan yang terjadi tidak seperti yang kita minta.”

Sebelumnya mohon maaf bila postingan ini begitu subjektif, saya hanya ingin menulis apa yang kemarin malam saya renungkan.

Biarlah ibadahmu menjadi rahasiamu, mari hidup damai tanpa mencela (sebisa mungkin). Sungguh kita manusia tempat berbuat kerusakan di muka bumi dan tempatnya salah. Selamat hari Jum’at selamat puasa untuk yang menjalankannya. Semoga nanti kita semua umat yang beriman bertemu lagi di Surga-Nya. Barakallah! ;)

Love,

Marisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s