Hubungan Adik dan Kakak

Kemarin saya baru selesai menonton drama korea berjudul Reply 1997. Drama ini bercerita tentang kisah remaja dan segala hal yang berkaitan dengan generasi 90’an di Korea. Sebenarnya saya tidak ingin membahas atau mereview filmnya di sini, terdapat dialog yang menyentuh hati saya, dialog antara seorang paman dan seorang keponakan.

k : Paman, terima kasih karena telah jauh-jauh datang ke Busan untuk menghadiri peringatan hari meninggal Ayah. Paman pasti sangat mencintai ayah sebagai Kakak paman kan?

p : Haha….. Tidak. Aku sangat membencinya.

(hening)

p : Aku sangat membencinya. Sejak Ayah meninggal, ibuku hanya memperhatikan dia. Dia adalah anak kesayangan dan kebanggaan Ibu. Padahal dia hanya pegawai pemerintahan. Aku tidak terima. Akhirnya aku berusaha mati-matian untuk membeli sebuah pabrik. Usahaku tidak sia-sia, aku berhasil memiliki sebuah pabrik. Aku datang pada mereka dan berteriak, “Lihat! Aku sekarang memiliki sebuah pabrik! Aku mengalahkan anak favorit Ibu! Ia hanya pegawai pemerintahan dan tidak seperti aku!!” Saat itu aku benar-benar puas dan merasa sangat senang. Ibu dan ayahmu hanya diam melihatku, Aku sangat puas.

(hening)

p : tapi hal itu tidak berlangsung lama, aku hutang sana-sini untuk membeli pabrik itu dan ternyata keuntunganku memiliki pabrik tidak bisa membayar uang ku untuk membeli pabrik. Akhirnya aku terlilit hutang. Aku masuk rumah tahanan karena itu…..

k : aku tidak tahu Anda masuk rumah tahanan paman…..

p : Oh, aku tidak jadi masuk rumah tahanan. Nyaris saja. Kamu tahu kenapa?? Saat sidang di mana aku harus membayar denda, kakakku datang padaku. Aku kira dia akan menertawakan aku karena telah melakukan hal yang bodoh. Tapi ternyata tidak, ia malah menepuk pundakku dan berkata “Adik, bagaimana kalau kamu sekarang tinggal di rumahku?”. Aku tertawa! Aku bilang “Untuk apa?! Aku sudah melakukan sebuah hal jahat padamu! Aku tidak suka padamu lagipula aku akan tinggal di rumah tahanan!”. Ayahmu tersenyum padaku dan berkata, “Semua hutangmu sudah aku bayar, jadi kamu tidak perlu tinggal di rumah tahanan….”

k : (tertegun)

p : Ayahmu pinjam ke temannya beberapa pinjaman untuk melunasi hutangku agar aku tidak dipenjara, dia juga menjual rumahnya dan membeli rumah yang jauh lebih kecil dari rumahnya yang awal. Kamu tahu untuk apa? Hanya untuk aku, hanya agar aku bebas dari bui. Aku menangis. Aku berkata “Mengapa kamu melakukan hal itu? Padahal aku sangat membencimu!”. Sekali lagi dia hanya tersenyum dan berkata “Maaf….. Maaf karena sebelum ke sini tadi aku menghabiskan satu-satunya roti yang aku bawa…. Jadi sekarang kamu tidak bisa mencicipi roti itu….”

k : (tersenyum)

p : Ayahmu…. Ah, maksudku kakakku…. Benar-benar sangat menyayangi aku ya…..

————-

Dari sini saya belajar bahwa menahan ataupun mengendalikan amarah dan emosi ternyata jauh lebih indah didengar dan dirasakan ya :’)

Museum Angkut, Batu.

Selamat bulan April teman-teman. Tidak terasa yah kita sudah ada di penghujung tengah tahun, pasti kita semua berpikiran yang sama bahwa waktu berjalan cepat sekali yah. Nah, makanya ayo yang rajin travelling selagi masih muda dan bersemangat! Sekarang saya ingin berbagi pengalaman saya mengunjungi museum yang baru saja dibuka awal 2014 ini di Kota Wisata Batu, namanya Museum Angkut. Perkembangan museum menjadi lebih inovatif dan menarik. Hal ini sedang dilakukan dan diterapkan pada Museum Angkut. Museum ini benar-benar berbeda dengan museum biasanya yang menampilkan sejumlah koleksi dalam ruangan dan dihiasi dengan lampu sorot. Di museum ini, teman-teman akan berjalan menyusuri ruang demi ruang yang suasana indoor nya akan didukung sesuai dengan tema dengan totalitas alias sangat profesional sehingga menyerupai suasana aslinya. Waktu itu saya datang pukul 16.15 dan perjalanan menyusuri museum ini berakhir pada jam 18.10. Cukup lama kan? Karena ada suasana outdoor nya, agar lebih nyaman mungkin teman-teman bisa datang mulai pukul 14.00 saja agar tidak terkena teriknya matahari (kecuali bila memang ingin mencari terik matahari, museum ini buka jam 12.00-20.00)

Harley Davidson
Harley Davidson ternyata juga pernah memproduksi sepeda loh!

Museum Angkut sendiri merupakan museum yang menyimpan koleksi dunia otomotif mulai dari sepeda, sepeda motor, becak, delman, dan perkembangan mobil dari zaman ke zaman. Mobil yang digunakan oleh Bapak Presiden Soekarno yaitu seri Chrysler Winsor Deluxe produksi 1952 juga d bawa dari Istana Bukit Tinggi dan teman-teman kini bisa melihat mobil itu secara langsung di museum angkut. Saya pribadi paling suka zona Itali yang menyimpan beberapa koleksi vespa dengan beragam warna. Di sini, koleksi akan diletakkan sesuai dengan negara asal di mana moda angkutan itu berasa. Terdapat berbagai negara salah satunya Jerman. Di daerah ini teman-teman akan dibawa ke suasana asli pemukiman di Jerman yang di mana sisi-sisi jalannya dipenuhi mobil Mercedes dan Volkwagen. Di daerah Inggris pun akan terdapat mobil-mobil khas kerajaan Inggris yang interiornya sangat mendukung atmosfir khas kerajaan Inggris. Apakah teman-teman berpikir bahwa semua adalah miniatur? Tidak. Semua merupakan asli dan sesuai dengan ukurannya. Terdapat beberapa koleksi mobil yang bisa teman-teman naiki, beberapa lagi tidak boleh dibuka pintunya namun boleh disentuh, namun ada juga yang hanya bisa dilihat saja. Selain dari itu, terdapat pula mobil-mobil yang digunakan dalam film-film yang ada di layar kaca seperti Mr. Bean, lengkap dengan boneka lilinnya dan yang paling favorit untuk saya adalah mobil khas milik para teman-teman Scooby Doo! Sayangnya hanya ada miniatur Scooby tidak dengan miniatur Fred, Daphne, Velma, dan Shaggy.

All time favourite!
All time favourite!

Harga masuk nya memang relatif mahal yaitu Rp 40.000 untuk weekdays dan Rp 60.000 untuk weekend (masih harga promosi). Bila teman-teman membawa pocket camera atau DSLR akan dikenai biaya tambahan Rp 10.000. Harga memang masih harga promosi mengingat belum semua zona rampung alias finish. Masih ada moda angkutan yang akan dibawa seperti pesawat Boeing, helikopter, dan masih banyak lagi. Oh ya, terdapat pula mobil listrik Tuxuci yang mengalami kecelakaan saat ditumpangi oleh Bapak Dahlan Iskan. Bapak Dahlan memperbolehkan mobil Tuxuci tersebut untuk menjadi salah satu koleksi pada Museum Angkut dengan syarat harus dalam keadaan pasca kecelakaan, jadi mobil yang terdapat pada museum angkut itu benar mobil yang dibawa Pak Dahlan dan mengalami kecelakaan, bentuknya pun tidak dirubah dan tetap ringsek. Selain mengajarkan kita tentang sejarah moda transportasi dunia, banyak sekali spot bagus untuk teman-teman berfoto sesuai dengan tema dan suasana yang teman-teman mau. Museum ini sangat cocok bagi penggila otomotif atau pun sebagai tujuan wisata keluarga. Anak-anak pasti akan sangat senang berada di sini, hanya saja perlu pengawasan di daerah yang tidak boleh disentuh karena petugas berada di sisi mana pun, hehe. Penasaran? Yuk masukkan ke whistlist liburan!

Ayo ke Museum Angkut!
Ayo ke Museum Angkut!