Kertas, Buku, dan E-Book

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat berpikir tiga kali untuk membeli buku. Bukan karena saya tidak mencintai buku atau mulai malas membaca, sama sekali tidak. Ini lebih dari sekedar kecintaan saya terhadap buku yaitu tentang kertas. Berdasarkan data dari majalah IDEA halaman 72 edisi November 2013, didapatkan info sebagai berikut;

  1. Membuat 3 lembar kertas membutuhkan 1 liter air. Membuat 1 kg kertas membutuhkan 324 liter air
  2. 1 Pohon membutuhkan waktu 10 tahun untuk menjadi 16 RIM kertas A4
  3. 41% daru seluruh penggunaan kertas digunakan untuk kemasan
  4. Setiap jam dunia kehilangan 1.732,5 hektar hutan karena ditebang untuk menjadi bahan baku kertas
  5. 95% kertas terbuat dari serat kayu
  6. 35% panen kayu digunakan untuk industri kertas
  7. Produksi 1 ton kertas menghasilkan:
  • 2,6 TON CO2 = Emisi gas buang yang dihasilkan mobil selama 6 bulan
  • 72.200 liter limbah cair
  • 1 ton limbah padat

Fakta kertas tisu:

  • 1 hari kita memakan 10 lembar tisu
  • 1 bulan menghabiskan 300 lembar
  • 1 tahun menghabiskan 3.640 lembar
  • 20 helai tisu diproduksi dari 1 batang pohon berusia 6 tahun

Jadi dalam 1 tahun 1 orang mengabiskan tisu yang dihasilkan dari 182 pohon berusia 6 tahun

Niat saya untuk berpaling dari buku ke E-Book sudah ada sejak sebelum saya membaca artikel ini, niat saya pun semakin berkembang setelah membaca artikel ini. Namun, hobi saya ke toko buku untuk sekedar membaca bahkan sampai ‘memendam’ rasa ingin beli buku pun tak dapat terelakkan. Sensasinya beda. Ya, sensasinya sangat berbeda ketika kita melihat ke layar dengan membaca dari buku, membalikkan setiap halamannya. Sangat berbeda. Pada akhirnya, bulan ini saya sudah membeli 4 buku baru (1 bacaan dan 3 literatur kuliah). Pada akhirnya niat saya untuk total beralih ke E-Book pun luntur. Usaha menghemat kertas yang saya lakukan hingga saat ini adalah benar-benar menggunakan kertas sisa yang ada di rumah untuk keperluan yang tidak terlalu urgensi seperti mencatat, menggambar iseng, dll, sedangkan kebutuhan urgensi seperti tugas memang tidak terelakkan dari sebuah kertas. Untuk menghemat tisu, digunakan handuk kecil untuk sekedar mengelap keringat. Lebih sulit karena harus mencuci setiap hari, tapi itulah salah satu usaha untuk menghemat tisu versi saya.

Hingga detik ini, saya masih berpikir bila produksi buku dan kebutuhan kertas terus seperti ini, apa yang akan terjadi dengan hutan kita dalam 20 tahun ke depan? Mungkin, ada yang pernah merasakan hal seperti saya? Apa ada solusi atau pandangan mengenai E-Book dan buku? Mari berbagi bersama :)

– Marisa Sugangga

 tulisan juga dapat dilihat di : marisasugangga.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s