Masterplan yang Baik untuk Indonesia yang Lebih Baik

                High Density atau kepadatan tinggi sebenarnya bukanlah permasalah baru bagi negeri kita. Terlebih lagi di Ibu Kota yaitu Jakarta. Fenomena kepadatan tinggi ini bukan hanya permasalahan bagi Ibu Kota saja melainkan kota-kota lain di Indonesia. Angka populasi semakin meningkat dan pemerintah dengan gencar menekan angka pertumbuhan penduduk namun pertumbuhan ini bukanlah hal yang dapat dihentikan begitu mudahnya. Hal ini membuat harga tanah semakin tinggi dan perkembangan bangunan vertikal semakin gencar. Memang, bangunan vertikal merupakan sebuah solusi bagi minimnya lahan saat ini namun secara tidak sadar, ada masalah baru yang timbul dari banyaknya bangunan-bangunan permukiman tinggi saat ini.

                Masalah yang muncul ialah aspek kesenjangan sosial. Tidak jarang saat ini bangunan apartemen berada di sebelah perumahan berpenghasilan rendah atau bahkan di sebelah pemukiman yang berpenghasilan di bawah rata-rata. Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan sosial pada skala lingkungan. Sebut saja di Kota tempat saya belajar yaitu Malang telah berdiri sebuah Apartemen yang menurut saya letaknya terlalu dekat dengan pemukiman kelas menengah. Terkadang saya miris meilihat betapa bangunan besar itu harus berada bersandingan dengan pemukiman ini. Menurut saya, pembangunan yang baik ialah pembangunan yang memikirkan lingkungan sekitarnya. Indonesia sudah memiliki tingkat kesenjangan sosial yang tinggi, bila tidak diperangi maka tingkat itu tidak akan semakin hilang melainkan kesenjangan semakin terlihat.

                Masalah yang paling saya soroti dalam dunia perkembangan bangunan vertikal adalah pribadi manusia yang individualis. Bangunan vertikal terdiri dari kamar-kamar dan minim penghuni kenal dengan penghuni kamar sebelah-sebelahnya. Masalah ini bukan lagi menjadi masalah yang tidak diketahui oleh masyarakat karena saya pernah mendengarkan hal ini di siaran berita televise akan tingginya angka pribadi individualis pada masyarakat. Perkembangan teknologi pun bukan suatu alasan mengapa pribadi individualis menyebar melainkan bagaimana manusia menyikapi perkembangan teknologi tersebut. Bangsa kita adalah bangsa yang memiliki azaz gotong royong dan kita bukanlah bangsa yang hidup dalam paham individualisme maka dari itu kita harus dengan tegas dan sigap memerangi hal-hal yang mengarah pada individualis. Mulailah mau mengenal satu sama lain. Bila dari segi perancangan, para perancang apartemen baiknya selalu menyediakan ruang bersama yang menyenangkan dan dapat mewadahi lingkup dari setiap lantai pada apartemen. Bisa dari perbaikan yang menggunakan sistem gotong royong yaitu para penghuni mendesain ruang bersamanya sendiri secara bersama-sama di setiap lantai dan mungkin perancang bisa menanyakan pada setiap penghuni di lantai hal-hal apa saja yang akan menarik para penghuni untuk sering berada di ruang bersama pada apartemen. Rasa saling memiliki adalah hal yang dapat memerangi pribadi individualis minimal pada setiap penghuni di samping kiri dan kanannya.

                Sebenarnya, selama saya belajar pada jurusan Arsitektur yang notabene belajar soal perancangan, ada beberapa hal yang saya garis bawahi. Perencanaan adalah hal yang sangat penting. Aspek-aspek yang berada dalam perencanaan harus diteliti dengan betul. Peraturan pemerintah setempat pun pasti dibuat dengan penuh perencanaan karena itu jangan sampai perencana melanggar hal tersebut agar terjadi keselarasan yang diinginkan pada setiap kota. Tetapkan betul di mana daerah pemukiman tipe A,B,C, atau D. Zona-zona pendidikan, kesehatan, perdagangan dan jasa, semua itu adalah hal yang sudah sedemikian rupa diatur oleh pemerintah. Tak jarang saya menemukan ada saja bangunan yang tidak sesuai pada tempatnya. Masterplan yang baik akan menghasilkan lingkungan yang baik pula. Permasalahan kepadatan penduduk dan lain-lain pasti dapat terselesaikan bila dengan perencanaan yang baik pula. Jadi, walaupun bangunan vertikal semakin banyak namun aspek penanggulangan yang lain seperti bertambahnya ruang publik juga akan mengimbangi masalah-masalah yang biasanya terjadi pada pribadi yang tinggal di bangunan vertikal. Semoga dengan diadakannya Dulux Young Talent 2013, para perencana muda dapat dengan sigap menanggapi permasalah serius yang berada di sekitarnya dan memahami betul pentingnya akan peraturan yang berlaku pada setiap daerahnya. Tidak lupa pula para perencana untuk selalu berkreasi, berinovasi juga berkontribusi lebih  untuk memberikan solusi kepada permasalahan di negeri  Indonesia kita dengan mengikuti dan mengirikmkan idenya ke Dulux Young Talent 2013 di http://duluxyoungtalent.com/. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s