Menginjakan Kaki Pertama di Semarang

Kelompok 1D DA4 2012 di Semarang!

Icha lupa tepatnya tanggal berapa, yang Icha ingat persis, kita sekelompok pergi di akhir bulan September 2012. Icha dan kelompok DA4 Icha yang beranggotakan Aldo, Topan, Dewa, Ayong, dan Tiara berangkat menggunakan bis sore hari, jadi kita sampai di Semarang dini hari. Icha belum pernah ke Semarang, ini pertama kalinya Icha menginjakkan kaki di Ibu Kota Jawa Tengah. Kita turun dari bis di daerah Tembalang, udaranya tidak terlalu panas. Aldo dan Dewa bilang, nanti siang bakal panas sekali, jadi jangan pakai baju yang tebal-tebal. Di sana kita dijemput oleh Yoga, teman seband Dewa. Kita ngerusuhin kontrakannya Dewa untuk tiga hari dua malam. Benar saja, Semarang di siang hari sangat panas sekali. Dengan mobil pinjaman dari teman, kita menuju ke tapak yang akan kita gunakan untuk tugas Desain Arsitektur 4 Mix Use Building Hotel dan Mall kami.

Salah satu gedung berfasad di Semarang, sekitar jalan Pandanaran

Tapaknya berada di dalam perumahan Graha Candi Golf. Berada di perbukitan dan sedikit jauh dari pusat Kota Semarang membuat tapak ini begitu strategis. Dekat dengan jalan Tol Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), nah di daerah sini belum ada Hotel dan Mall yang memadai, karena itu kami memutuskan fungsi bangunan yang tepat adalah Hotel dan Mall supaya masyarakat Semarang atas tidak perlu terlalu jauh merambah Semarang bawah untuk memenuhi kebutuhannya.

Foto-foto di Tapak sebelum pulang!

Oke, lanjut ke Semarang. Semarang kotanya rapi tapi kalau diperhatikan lebih seperti kota transit. Semarang belum memiliki sebuah ‘ikon’ yang benar-benar bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Semarang. Tidak lebih dari sekedar kota transit, begitu menurut saya. Perkembangan pembangunan di Semarang pun tidak berjalan begitu pesat, investor pun sedikit berpikir dua kali saat harus menanamkan modalnya di Semarang karena laju investasinya kurang menarik (menurut sumber yang saya baca), okupansi hotel di Semarang juga jarang mendapati angka 100% kecuali saat high season, itu pun hanya hotel berkamar kurang lebih 250, Surabaya bisa mendapat angka okupansi 100% dengan jumlah kamar sekitar 400-an. Yup! Tapi Semarang tidak seterpuruk itu kok, banyak hal menyenangkan di Semarang seperti kulinernya, ada Tahu Pong, Lunpia, Bandeng Presto, kalau mau suasana sedikit ramai, main-main ke Simpang Lima, daerah yang terkenal di Semarang dan juga Tugu dekat balai kota dan dekat dengan Lawang Sewu. Karena sudah malam, saya dan teman-teman tidak masuk ke dalam Lawang Sewu.

Image

Perjalanan saya begitu menyenangkan, belajar sekaligus travelling. Inilah yang saya suka berada di dunia perkuliahan sekarang. Kita dituntut untuk tahu, mempunyai Library yang cukup luas agar kita bisa merasakan pengalaman ruang.

Psst, Semarang sekarang punya cerita tersendiri buat saya. Semoga nanti saya bisa kembali lagi ke Semarang :) Terima kasih Semarang! Semoga bisa cepat maju dan terus berkembang karena perda nya sekarang sudah baru :D Tetap giat membangun dan tetap jadi kota yang rapi, bersih, dan nyaman bagi penduduknya.Topan, Icha, Tiara, & Ayong. Ini panas banget cuacanya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s