Kita Ke Pantai Balekambang!

image

Di parkiran, sebelum berangkat, nunggu Farisa nih, ahaha

image

Hore! Akhirnya PANTAI!

Tau pantai Balekambang? Pantai ini berada di Selatan Kota Malang. Pantai ini mempunyai garis pantai yang cukup panjang dan ombak yang cukup ganas loh. Pantai ini terkenal karena di pantai ini terdapat pura, jadi kita seperti berada di Bali. Jarak tempuhnya lumayan, dari Univ. Brawijaya menggunakan motor kurang lebih 1,5-2 jam dengan medan yang tidak berat. Kita melewati jalan raya seperti biasa, hingga nanti akhirnya masuk agak ke pedalaman. Untuk menikmati wisata di Balekambang, fee nya termasuk mahal. Motor masuk Rp 2000/1000 (lupa) lalu per orang bayar lagi Rp 13.000, belum lagi nanti waktu masuk ke parkiran, kita bayar lagi Rp 3000. Lumayan kan?

image

Kita udah sampe! Btw, Selamat ulang tahun Lalu Hary!

Nah, cuaca hari ini terik sekali. Icha tidak pernah ke pantai untuk mandi di pantai dan hari ini kesampaian. Icha dan teman-teman sudah tidak sabar main air, dari parkiran kita menuju ke pantai. Pertamanya yang main air hanya Icha, Kiky, dan Felis, yang lain takut basah sampai akhirnya semuanya ditarik, disiram, dan jadi basah semua baju-bajunya.  Ada yang ngambang, ada yang tarik-tarikan, ngeliatin orang-orang flying fox dari pura ke arah pasir pantai, ketawa-ketawa, ga jarang juga kita nginjek karang dan sakit. Kulit udah jadi rada gosong tapi tetep aja, ketawa dilanjutin!

AIR LAUT ITU ASIN SEKALI! Nah, baru pertama kali Icha ngerasain air laut ya di sini ini. Ngerasain main-main pasir, ngumpulin kerang, DITIMBUN PAKE PASIR (kerjaannya Slamet, ada Aldo yang mayungin pake tangannya sama ngebersihin mata yang perih banget kelilipan dan kena air laut+sinar matahari!). Niatnya juga foto-foto, tapi kamera Farisa ternyata lupa dicas, jadi pas baru dipakai foto-foto berangkat, di lokasi sudah habis. Icha juga lupa bawa kamera digital, alhasil kita pakai Lomo Fish Eye-nya Noby (tapi ini sampe sekarang belum dicetak juga, ditunggu By!)

image

Ini Slamet sama Farisa, keliatan ga puranya? Di sini terus kamera Farisa die, haha

Ah, pokoknya seneng banget akhirnya bisa dan kesampean juga main ke pantai :) Makasih buat temen-temen, makasih buat waktunya, selamat ulang taun juga buat Lalu Hary di hari ini yah! Lain kali kita jalan-jalan lagi, denger-denger habis ini Mahameru yah?! :D Im in!

Foto-foto pantainya tunggu cetakan Lomo Fish-Eye Noby jadi ya! Menyusul :) Happy Travelling!

Advertisements

Menginjakan Kaki Pertama di Semarang

Kelompok 1D DA4 2012 di Semarang!

Icha lupa tepatnya tanggal berapa, yang Icha ingat persis, kita sekelompok pergi di akhir bulan September 2012. Icha dan kelompok DA4 Icha yang beranggotakan Aldo, Topan, Dewa, Ayong, dan Tiara berangkat menggunakan bis sore hari, jadi kita sampai di Semarang dini hari. Icha belum pernah ke Semarang, ini pertama kalinya Icha menginjakkan kaki di Ibu Kota Jawa Tengah. Kita turun dari bis di daerah Tembalang, udaranya tidak terlalu panas. Aldo dan Dewa bilang, nanti siang bakal panas sekali, jadi jangan pakai baju yang tebal-tebal. Di sana kita dijemput oleh Yoga, teman seband Dewa. Kita ngerusuhin kontrakannya Dewa untuk tiga hari dua malam. Benar saja, Semarang di siang hari sangat panas sekali. Dengan mobil pinjaman dari teman, kita menuju ke tapak yang akan kita gunakan untuk tugas Desain Arsitektur 4 Mix Use Building Hotel dan Mall kami.

Salah satu gedung berfasad di Semarang, sekitar jalan Pandanaran

Tapaknya berada di dalam perumahan Graha Candi Golf. Berada di perbukitan dan sedikit jauh dari pusat Kota Semarang membuat tapak ini begitu strategis. Dekat dengan jalan Tol Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), nah di daerah sini belum ada Hotel dan Mall yang memadai, karena itu kami memutuskan fungsi bangunan yang tepat adalah Hotel dan Mall supaya masyarakat Semarang atas tidak perlu terlalu jauh merambah Semarang bawah untuk memenuhi kebutuhannya.

Foto-foto di Tapak sebelum pulang!

Oke, lanjut ke Semarang. Semarang kotanya rapi tapi kalau diperhatikan lebih seperti kota transit. Semarang belum memiliki sebuah ‘ikon’ yang benar-benar bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Semarang. Tidak lebih dari sekedar kota transit, begitu menurut saya. Perkembangan pembangunan di Semarang pun tidak berjalan begitu pesat, investor pun sedikit berpikir dua kali saat harus menanamkan modalnya di Semarang karena laju investasinya kurang menarik (menurut sumber yang saya baca), okupansi hotel di Semarang juga jarang mendapati angka 100% kecuali saat high season, itu pun hanya hotel berkamar kurang lebih 250, Surabaya bisa mendapat angka okupansi 100% dengan jumlah kamar sekitar 400-an. Yup! Tapi Semarang tidak seterpuruk itu kok, banyak hal menyenangkan di Semarang seperti kulinernya, ada Tahu Pong, Lunpia, Bandeng Presto, kalau mau suasana sedikit ramai, main-main ke Simpang Lima, daerah yang terkenal di Semarang dan juga Tugu dekat balai kota dan dekat dengan Lawang Sewu. Karena sudah malam, saya dan teman-teman tidak masuk ke dalam Lawang Sewu.

Image

Perjalanan saya begitu menyenangkan, belajar sekaligus travelling. Inilah yang saya suka berada di dunia perkuliahan sekarang. Kita dituntut untuk tahu, mempunyai Library yang cukup luas agar kita bisa merasakan pengalaman ruang.

Psst, Semarang sekarang punya cerita tersendiri buat saya. Semoga nanti saya bisa kembali lagi ke Semarang :) Terima kasih Semarang! Semoga bisa cepat maju dan terus berkembang karena perda nya sekarang sudah baru :D Tetap giat membangun dan tetap jadi kota yang rapi, bersih, dan nyaman bagi penduduknya.Topan, Icha, Tiara, & Ayong. Ini panas banget cuacanya!

Liburan Sejenak di Bulan Desember!

Liburan Sejenak di Bulan Desember!

Nah! Saya udah lama sekali tidak pergi ke Taman Safari, berhubung Malang dekat dengan Taman Safari II Prigen, saya memutuskan untuk pergi berlibur ‘sejenak’ di tengah hujan tugas. Niatnya refreshing kok bukan kabur. Senang sekali! Bisa melihat dan dekat dengan alam dalam beberapa jam, untuk pertama kali saya melihat Dolphin Education Show, padahal entah berapa kali saya bolak-balik ancol tapi dari kecil saya tidak pernah melihat Lumba-Lumba Live Show, saat menonton lumba-lumba pun isinya anak kecil semua rata-rata SD.
Saat pulang, saya disambut oleh hujan, hujan super manis. Di dalam mobil penuh kehangatan, saya ditemani lagu dari band Liam Gallagher, “The Beady Eye” dan playlist yang judulnya “Doi”. Nostalgia pun terjadi. Banyak hal indah di sekeliling saya, saya nya aja kurang peka :p
Thanks for the short-holiday!

Dont Go Away – Oasis

pagi-pagi ditemenin sama lagu “Dont Go Away-Oasis”. Icha masih inget lagu ini dikasih tau sama dia sekitar 2 taun yang lalu, 2010. Icha lagi bengong di kasur, terus bingung mau ngapain, tiba-tiba ada yang sms ngasih referensi lagu. “Coba jajal Stand By Me – Oasis sama Dont Go Away – Oasis”. Nah, sejak hari itu, lagu Dont Go Away – Oasis engga pernah ilang dari playlist, dan sejak dikenalin sama Dont Look Back In Anger, Oasis selalu jadi playlist kesayangan Icha yang ngisi hari-hari Icha sampe 2 taun terakhir ini :) Lagunya simple, biasa, tapi engga tau kenapa enak didenger, lirik-liriknya, dan lagi banyak kenangan hidup di dalamnya (kalau buat Icha).

Coba kalo lagi iseng-iseng, dengerin deh lagu-lagunya Oasis yang tadi Icha sebutin di atas plus Whatever-Oasis! :)

Sedekat-dekatny…

Sedekat-dekatnya kita dengan orang terdekat kita, baik karena hubungan darah atau lamanya bersama, tetap saja kita ini hanya manusia, manusia yang tidak diberi kemampuan membaca isi hati orang lain.

Maka, komunikasikanlah secara lisan. :)

(Zachque, 2011)

Ketika ‘Hectic’ Tugas Studio

Semester 4

I : AAAAAAAAAA MASA YA IYA PROYEK RUSUN DIKERJAIN CUMA SAMA SATU ORANG NGGA PAKE TIM? 16 MINGGU LAGI! SAKTI BENER

Semester 5

I : AAAAAAAAAA MASA YA IYA PROYEK MIXED-USE BUILDING DIKERJAIN CUMA SAMA SATU ORANG NGGA PAKE TIM? 16 MINGGU LAGI! SAKTI BENER

Kurikulum mengajarkan kita bisa segalanya secara ‘instan’ engga mendalam, jadi yang didapet juga kurang dalam. (Menurut perspektif saya sih……Apa saya yang manja?)

Sedikit Coretan di Penghujung 2012 #1

Sebenarnya sosoknya terlihat dari dulu, hanya sesaat tertutup oleh kabut. Sebenarnya kabut itu pun kita sendiri yang menciptakan, berharap dengan kabut segalanya akan lebih baik.

Tidak seorang pun tahu darimana asal kabut itu, hanya kita yang tahu, dari mana asal kabut itu. Tidak ada pertanyaan bagaimana cara membuatnya, bagaimana cara menghilangkannya, kami hanya percaya, kabut itu ada karena niat.

Sampai akhirnya kabut itu hilang dan entah mengapa sosoknya menjadi baru. Bukan dalamnya, hanya saja sekelilingnya. Tidak berusaha mencari sosok yang lama, tapi berusaha memahami apa yang ada di sekelilingnya.

Sesosok yang berhenti didambakan, karena percaya kabut akan menghalangi sosok itu, hingga akhirnya kabut hilang dan sosok itu terlihat lagi. Tampak lebih baik dari sebelumnya