Saya, Kamu, dan Kopi

Robbani baru ngasih lagu enak, yang nyanyi Katjie & Piering entah itu band darimana. Lagunya adem bener.

30 Oktober 2012. 01.31 WIB. Malang, suhu sedang (antara panas&dingin). Malam itu, bintang yang terlihat dari teras cuma dua, itu pun yang satu suka malu-malu, kadang terlihat kadang engga. Ditemani roti bakar dan segelas kopi susu, ga lupa background nya ada film The Amazing Spiderman. Selamat, engga bisa kasih apa-apa. Cuma bisa kasih coretan kaya anak kecil yang dibuat sungguh-sungguh dari jam 17.25-19.00, engga lupa coretan muka bulet-bulet yang engga sengaja dibuat pas lagi ngerjain Desain Arsitektur.

Iya, malam itu bisa dibilang malam sumuk buat Kota Malang, tapi kita menikmatinya. Duduk di spot favorit, di tempat itu, di sebelah kiri dari saya, saya dekat sekali sama lampu merah, dekat sekali dengan lampu jalan, dekat sekali dengan pohon. Bisa lihat motor lalu lalang dan mobil lalu lalang, lihat mobil dan motor berhenti di lampu merah, sesekali ketahuan siapa yang mau menyalip siapa yang tertib. Kadang sedang ngobrol super serius, ada motor yang knalpotnya berisik ngebut, persis di film-film yang orangnya engga denger lawannya lagi ngomong apa soalnya motor itu tiba-tiba lewat. Ah, saya sukaaa banget spot ini. Spot kesayangan saya di tempat ini, di mana saya bisa lihat berbagai hal menyebalkan jadi menyenangkan. Ya tentu engga lupa sama partner kesayangan saya yang lagi seneng hidupnya saya rusuhin. Waktu pulang, baru sampai rumah, saya turun dari kendaraan, menengadah ke atas, itu sekitar pukul 01.00 WIB, saya senyum saya bilang “ih bintangnya keliatan lebih banyak daritadi. Tau nggak? Pernah ketika keadaan langit di Malang super keren tuh, waktu satu Malang mati lampu dan langitnya lagi cerah banget, waktu aku liat dari teras atas, aku kaya lagi ada di planetarium, aku sampe bengong, langitnya keren banget! Bintangnya banyaaaaaaaaaak banget!! Itu langit berbintang terkeren yang pernah aku liat selama aku di Malang ini”

Malam ini saya cuma seneng, seneng soalnya masih hidup, masih bisa bernafas, masih diberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik. Terima kasih ya Allah untuk hidup yang begitu indah :)

Repost from my Tumblr

2 thoughts on “Saya, Kamu, dan Kopi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s