30 Oktober 2012. Kangen

Ibu, saya cuma mau bilang. Terima kasih sudah mengajarkan banyak hal kepada saya. Bapak, saya cuma mau bilang terima kasih sudah menjaga putri bapak dengan sepenuh hati. Bapak Ibu, saya cuma mau berkata bahwa, saya, putri kalian, sangat mencintai kalian dengan setulus hati saya sebagai seorang anak. Bapak Ibu, di mana pun kelak kalian berada, entah siapapun yang akan mendahului, ketahuilah, sepanjang hari, sepanjang doaku, saya selalu ingat kalian. Kita berada di satu langit, kita masih berada di satu pulau, hanya jarak yang memisahkan kita, hanya kesibukan yang berbeda yang memisahkan. Seperti kata Pak Galih, kita memiliki ruang, ruangku dengan Bapak, ruangku dengan Ibu, ruang kita, Bapak, Ibu, dan Aku. Ya, dengan adanya ruang itu, saya jadi selalu percaya bahwa kalian selalu ada di dekat saya.

Bapak Ibu, sejauh nantinya raga berpisah, saya selalu berdoa, kita akan bertemu lagi kelak, di kehidupan selanjutnya. Jangan lupa dengan saya ya Bapak Ibu. Sejahat-jahat, seburuk-buruknya saya menjadi manusia, saya tetap sayang sama Bapak Ibu, kapanpun, karena Allah, saya mencintai Bapak Ibu setulus hati saya. Walaupun rasa antar manusia tidak abadi, saya selalu berdoa, rasa ini abadi dan saya masih bisa merasakannya nanti, amin. Bapak Ibu, maaf bila putri Bapak Ibu ini banyak mengecewakan, tapi Bapak Ibu tidak perlu khawatir, Bapak dan Ibu selalu mengajarkan hal yang benar kepada saya :’)

P.S I Love You and Always Be, Papa&Mama yang sedang di Jakarta&Bandung.

From, Marisa Sugangga, putri ke-3 dari 5 bersaudara yang sedang di Malang.

 

Repost from my Tumblr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s