Hikmah Naik Kereta

Naik kereta, pulang dari mudik, Malang – Jakarta
Ya, memakan waktu cukup lama tentunya, namun sedikit tervesit pikiran aneh-aneh saat pagi hari kereta melintas di antara hamparan sawah-sawah yang luas…

1. Petani itu, susah ya kerjanya. Panas-panasan, udah gitu emang ga gatel ada di antara rumput2 dan padi2 gitu. Belum kalo ada selokan dll. yang ada di sekitarnya, mana mereka ga pake sandal lagi. Bahay kan kesehatannya. Kalo kepanasan terus2an tanpa pelindung, bisa kanker kulit. Kalo ga pake sandal, bisa2 cacing/kuman masuk dari pori2 kaki
2. Jadi Petani itu, susah ya… Kerjanya berat tapi hidupnya ga seenak pejabat yang kerjanya di tempat yang enak. Padahal, pejabat (kita pun) bisa makan nasi, karena petani ya…
3. Kenapa ya? Hidup petani kok tidak semakmur dari hasil jerih payah mereka. Padahal, karena mereka pula kita bisa makan, namun tak sedikit petani yang susah makan
4 —- bla blaaa —- lupa, intinya kayak pikiran bocah2 yang kebanyakan nerawang

nah, pas gitu muncul lagi pikiran. Hem, pasti jadi menteri ekonomi tuh susah ya. Ngurus uang ini itu, kalo ica jadi menteri ekonomi, bisa botak kali ya ngurusin ekonomi bangsa. Hem, kalo jadi menteri ekonomi, pengen ngebahagian petani dengan cara memberi masukan pada pejabat buat menyumbangkan beberapa persen gaji mereka (marah ga?) buat makan sehari-hari petani dan beli perlengkapan badan yang lengkap. — DUH, HARUSNYA GA NGOMONGIN POLITIK, BIKIN PUSING — , yah sebenernya nulis artikel ini cuma menuangkan isi yang tadi ada di kepala, mumpung ada topik ;) mungkin, semuanya mungkin terjadi kalo uang negara bener2 masuk dan dipergunakan dengan semestinya. Indonesiaku sayang, berhentilah KKN, kita itu bangsa yang kaya, jangan kalah dengan bangsa yang kekayaannya tidak sehebat kita. Ayoooo, paling ngga berantas KKN dan Say No to KKN, Insya Allah, subsidi negara bisa berjalan dengan semestinya dan tidak kekurangan dana, wong Indonesia aja orangnya jubel-jubel gini hehe sadar bayar pajak juga ya semuanya. Pajak yang kita bayar kan untuk kemajuan kita juga ;)


nb : gatau kok jadi kayak promosi dan terjun ke dunia politik ya, mikirnya aja udah bikin botak hehe ;) maaf yaa, jangan ada yang tersinggung

One thought on “Hikmah Naik Kereta

  1. Tapi jangan salah lho Cha. Para petani itu meski bekerja seperti itu tapi kebanyakan mereka hidup bahagia karena mereka bekerja dengan tulus, cita-citanya cman satu aja pengen menyekolahkan anak-anak mereka.

    Pak Petani, apalagi yang dipelosok itu sebetulnya lebih beruntung, karena mereka hidup di dekat alam yang masih asri, udara bersih dan sejuk, tidak ada siaran TV yang mengganggu he he he

    Paling kalau mau bantu, ya pemerintah bantulah memberikan pendidikan cara bertani yang lebih baik, misalnya memberi bibit murah, pupuk murah, dan hasil panennya bisa dibeli dengan harga yang wajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s