A I D S

AIDS
Acquired Immune Deficiency Syndrome

Aids disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus ( HIV ). HIV menyerang sel-sel T pembantu ( Helper T-Cells ) dalam sistem imun. HIV dapat bersifat laten selama bertahun-tahun sebelum aktif, yaitu menggandakan diri dan menghancurkan sel inang. Dengan menyerang dan mengurangi jumlah sel-sel pembantu, HIV melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit. Seseorang yang terinfeksi HIV dapat mengalami kematian jika mengalami berbagai penyakit karena melemahnya sistem imun. AIDS sebenarnya adalah nama yang diberikan terhadap terkumpulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh melemahnya sistem imun.
Gejala dan penularan AIDS :
setiap 100 orang yang terinfeksi HIV, 12 diantaranya menunjukkan tanda-tanda atau gejala AIDS. Gejala awal biasanya penyakir yang menyerupai flu, yaitu membengkaknya kelenjar limfe dan meningkatnya suhu tubuh. Gejala ini diikuti oleh periode selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak ada gejala-gejala suatu penyakit. Gejala lain yang tampak misalnya kanker kulit atau pneumonia.
HIV masuk ke tubuh melalui luka atau jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah yang mengandung HIV. Beberapa cara penularan HIV antara lain ;
* penggunaan jarum suntik secara nergantian pada pecandu obat terlarang. Darah yang terinfeksi HIV dapat menempel di jarum suntik dan jika digunakan oleh orang lain, HIV dapat masuk ke dalam aliran darah orang tersebut.
* Transfusi darah. Darah yang terkontaminasi HIV dapat masuk ke tubuh resipien.
* HIV dapat menular dari ibu hamil ke bayi yang dikandungnya atau dari ibu ke bayi yang disusuinya. Darah ibu mengalir ke tubuh bayi melalui plasenta sehingga HIV pun akan terbawa ke bayi. Air susu ibu yang terinfeksi HIV pun mengalirkan darah yang mengandung HIV melalui air susunya ke dalam tubuh bayi.
* Hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan atau hubungan seksual para homoseksual.
Penanggulangan dan Pencegahan HIV
Sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin intuk HIV. Para ilmuwan mencoba mengembangkan obat-obatan yang membuat HIV inaktif. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan adalah obat-obatan dapat merusak limfosit. Berkurangnya atau rusaknya limfosit dapat menyebabkan penderita mengalami infeksi lebih lanjut. Salah satu obat yang dikembangkan adalah zidovudine (AZT). Obat ini menghentika replikasi HIV dan menghalangi aktivitasnya. Namun, obat tersebut dapat menimbulkan dampak yang berbahaya yaitu anemia. Berbagai penelitian untuk menemukan vaksin HIV terus dilakukan, akan tetapi, HIV dapat mengubah protein penyusun virus sehingga akan sulit untuk membuat vaksin yang benar-benar tepat untuk HIV.
( Sumber : Advanced Biologi for You, 2000 )

Nah … Kita harus selalu jaga diri yah. Jangan sampai kita terkena HIV AIDS. Dan kalau kita mempunyai teman atau saudara yang terkena HIV AIDS, jangan jauhi orang itu, tapi tetap memberinya semangat dan dorongan bahwa dia pasti bisa menjalani semuanya. Buka untuk dijauhi tapi untuk didekati :) Love Our Soul With Love Each Others !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s